PASBAR, KLIKPOSITIF – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Azhar menyebutkan, butuh 4.000 unit Hunian Sementara (Huntara) untuk korban gempa.
โSaat ini yang baru ada menurut standar Huntara ada sekitar 80 unit di Kecamatan Talamau,โ kata Azhar kepada KLIKPOSITIF, Minggu (20/3/2022).
Ia menerangkan Huntara yang telah berdiri dibangun oleh berbagai kalangan seperti dari pemerintah, parpol, PMI, relawan dan pihak swasta lainnya.
โMasih banyak Huntara yang dibutuhkan, kita harap 50 persen dari 4.000 ini sudah bisa berdiri menjelang lebaran nanti,โ harapnya.
Namun kata dia pencapaian target 50 persen tergantung dari kemampuan dari NGO bersama pemerintah.
โBelum ada kepastian berapa kemampuan dari NGO untuk membangun Huntara ini. Sekarang masih dibahas lebih lanjut dan begitu juga dengan standar harga,โ ungkapnya.
Ia mengungkapkan 4.000 unit Huntara yang bakal dibangun itu tersebar di 3 kecamatan yakni Kecamatan Talamau, Pasaman dan Kinali.
Namun pemerintah sebut Azhar, akan berupaya semaksimal mungkin mengejar target sekitar 50 persen sebelum Hunian tetap (Huntap) dibangunkan.
โIni yang belum bisa kita jawab, berkemungkinan Huntara dan Huntap akan sejalan nantinya. Namun untuk Huntap diprioritaskan bagi rumah warga yang mengalami rusak berat,โ terangnya.
Sebelumnya, Palang Merah Indonesia (PMI) Pasbar (Pasaman Barat) mengajak para donatur dari unsur swasta untuk berdonasi.
Donasi kali ini adalah untuk membangun unit rumah hunian sementara (huntara) bagi korban terdampak gempa.






