PADANG, KLIKPOSITIF — Pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), kepemimpinan yang disiplin, serta kemampuan pemerintah menyerap aspirasi masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat didapuk sebagai salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam Seminar Nasional dan Sharing Session Alumni Inspiratif pada Temu Akbar Alumni Universitas Negeri Padang (UNP) Lintas Angkatan Tahun 2026 di Auditorium UNP, Sabtu (24/10/2026).
Di hadapan ratusan alumni UNP lintas angkatan, Fadly memaparkan pentingnya menempatkan pembangunan manusia sebagai bagian mendasar dari strategi pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menyiapkan masyarakat agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan daya saing untuk menghadapi perubahan zaman.
Ia menilai, pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat harus dimulai dari perencanaan program yang tepat sasaran, penetapan prioritas yang jelas, serta pelaksanaan yang konsisten. Pemerintah daerah, katanya, perlu memastikan setiap program yang dijalankan menjawab persoalan warga dan memberikan dampak yang dapat dirasakan secara langsung.
Fadly menegaskan, program unggulan pemerintah daerah harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dengan prioritas yang terukur. Dalam pelaksanaannya, kedisiplinan seluruh unsur pemerintahan menjadi salah satu kunci agar kebijakan yang telah dirancang dapat berjalan sesuai tujuan.
βProgram Unggulan (Progul) pemerintah daerah harus disusun berdasarkan kebutuhan warga dengan prioritas yang terukur. Pelaksanaannya menuntut kedisiplinan seluruh unsur terkait untuk mengatur waktu, menyerap aspirasi, serta turun langsung ke lapangan dalam menghadapi kritik dan persoalan masyarakat,β ujarnya.
Menurut Fadly, pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan laporan administratif dalam menjalankan program pembangunan. Kehadiran langsung di tengah masyarakat diperlukan untuk memahami persoalan secara utuh, mendengarkan masukan, sekaligus mengevaluasi efektivitas kebijakan yang telah dilaksanakan.
Kritik dari masyarakat, lanjutnya, juga harus dipandang sebagai bagian dari proses perbaikan pelayanan publik. Dengan membuka ruang komunikasi dan menindaklanjuti aspirasi warga, pemerintah dapat memastikan kebijakan yang diambil tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Padang Juara dan Smart Surau Jadi Penguatan Kualitas SDM
Dalam pemaparannya, Fadly turut menyoroti pentingnya investasi di bidang pendidikan sebagai fondasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berperan dalam membangun pengetahuan generasi muda, tetapi juga membentuk karakter, meningkatkan kompetensi, serta membuka kesempatan untuk berinovasi.
Pemerintah Kota Padang, kata dia, terus mendorong berbagai program strategis untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas generasi muda. Dua di antaranya adalah Program Padang Juara dan Smart Surau yang menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan dan pembinaan generasi muda di Kota Padang.
Melalui berbagai program tersebut, Pemko Padang berupaya membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri, baik melalui pendidikan formal maupun penguatan karakter dan kompetensi.
Fadly menilai, investasi pendidikan harus dipersiapkan untuk menjawab tantangan masa depan. Generasi muda perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Karena itu, perluasan akses pendidikan tidak hanya diarahkan pada kesempatan belajar di dalam negeri, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan di luar negeri.
βKita terus memperluas akses pendidikan bagi generasi muda, baik di dalam maupun luar negeri, agar mampu berpikir, berkarya, dan berinovasi. Pengembangan infrastruktur, pariwisata, dan gastronomi juga harus didukung SDM yang kompeten untuk mewujudkan Padang sebagai kota sehat dan kota pintar, sekaligus meraih pengakuan UNESCO sebagai Kota Kreatif bidang gastronomi,β kata Fadly.
Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur, pengembangan pariwisata, serta penguatan sektor gastronomi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi masyarakat. Ketiga sektor tersebut memiliki peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas kesempatan kerja, sekaligus memperkuat identitas Kota Padang.
Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan tenaga kerja yang terampil dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri. Kualitas SDM menjadi faktor penting agar pembangunan yang dilakukan tidak hanya menghasilkan fasilitas baru, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.
Dalam konteks itu, pengembangan Padang sebagai kota sehat dan kota pintar harus didukung tata kelola pemerintahan yang baik, pelayanan publik yang responsif, serta partisipasi masyarakat. Sementara itu, penguatan gastronomi dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkenalkan kekayaan kuliner dan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Fadly menilai, pencapaian berbagai target pembangunan tersebut membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, melainkan perlu melibatkan perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, serta alumni yang memiliki pengalaman dan kompetensi di berbagai bidang.
UNP Dorong Keterhubungan Kampus dengan Dunia Kerja
Sementara itu, Rektor UNP, Krismadinata, menekankan pentingnya peran alumni dalam menjaga reputasi sekaligus mendukung pengembangan perguruan tinggi. Menurutnya, keberhasilan alumni dalam meniti karier dan memberikan kontribusi di tengah masyarakat menjadi salah satu cerminan kualitas pendidikan yang diperoleh dari almamater.
Alumni dinilai memiliki posisi strategis karena dapat menjadi penghubung antara perguruan tinggi dan kebutuhan nyata di lapangan. Pengalaman mereka di dunia kerja dapat menjadi masukan berharga bagi kampus dalam memperbarui kurikulum, meningkatkan kompetensi lulusan, serta memperkuat relevansi pendidikan dengan perkembangan industri.
Karena itu, UNP berencana mengembangkan program yang mempertemukan perguruan tinggi, alumni, dan pengguna tenaga kerja agar tercipta hubungan yang lebih erat antara dunia pendidikan dan dunia profesional.
βKita merencanakan program ‘employer meeting’ pada 2027 untuk mempertemukan perguruan tinggi dengan alumni dan pengguna tenaga kerja, sehingga kompetensi lulusan semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,β ujar Krismadinata.
Melalui program tersebut, UNP berharap komunikasi antara kampus dan dunia kerja dapat berlangsung lebih terarah. Pertemuan dengan para pemberi kerja juga diharapkan membantu perguruan tinggi memperoleh gambaran mengenai kebutuhan kompetensi, keterampilan, dan kualifikasi yang dibutuhkan oleh berbagai sektor industri.
Dengan demikian, proses pendidikan dapat terus disesuaikan dengan dinamika kebutuhan tenaga kerja. Lulusan perguruan tinggi pun diharapkan tidak hanya memiliki bekal akademik, tetapi juga keterampilan praktis dan kemampuan beradaptasi yang dibutuhkan untuk memasuki dunia profesional.
Di sisi lain, keterlibatan alumni dalam pengembangan kampus dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, mulai dari berbagi pengalaman profesional, penguatan jejaring karier, hingga dukungan terhadap pengembangan kapasitas mahasiswa.
Temu Akbar Alumni Diharapkan Melahirkan Kolaborasi Nyata
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni (DPP Iluni) UNP, Nadirman, mengajak seluruh alumni untuk terus memperkuat kebersamaan, memperluas jejaring, dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, Temu Akbar Alumni UNP Lintas Angkatan Tahun 2026 tidak seharusnya berhenti pada kegiatan silaturahmi atau pertemuan antarlulusan. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk membangun gerakan bersama yang memberikan manfaat nyata bagi almamater, generasi penerus, dan pembangunan bangsa.
Keberadaan alumni yang tersebar di berbagai profesi dan bidang pengabdian merupakan modal penting bagi UNP. Pengalaman, keahlian, serta jaringan yang dimiliki para alumni dapat dikembangkan menjadi kekuatan kolektif untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan mendorong lahirnya berbagai inisiatif pembangunan.
βKita berharap Temu Akbar Alumni 2026 ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi menjadi awal gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi almamater, generasi berikutnya, dan pembangunan bangsa,β ujar Nadirman.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat berlanjut melalui program-program kolaboratif yang terarah dan berkesinambungan. Dengan begitu, hubungan antara alumni dan almamater tidak hanya terjalin secara emosional, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi konkret.
Temu Akbar Alumni UNP Lintas Angkatan Tahun 2026 turut dihadiri Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, secara virtual, Anggota DPR RI, Lisda Hendrajoni, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, serta Rektor UNP, Krismadinata, dan Ketua Umum DPP Iluni UNP, Nadirman.
Kegiatan yang mempertemukan alumni dari berbagai generasi tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, gagasan, dan pandangan mengenai tantangan pembangunan, pengembangan pendidikan, serta kebutuhan sumber daya manusia di masa depan.
Melalui seminar nasional dan sesi berbagi inspirasi tersebut, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan jejaring alumni diharapkan semakin kuat. Kolaborasi lintas sektor menjadi penting agar pengalaman dan kompetensi yang dimiliki para alumni dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan pendidikan, peningkatan kualitas SDM, dan kemajuan daerah.
Pesan yang mengemuka dalam kegiatan itu adalah bahwa pembangunan membutuhkan lebih dari sekadar perencanaan dan infrastruktur. Dibutuhkan pula manusia yang berkualitas, kepemimpinan yang mampu mendengar, serta kemitraan yang konsisten untuk memastikan setiap upaya pembangunan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.







