KLIKPOSITIF — Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang peternakan. Pada Jumat, 25 April 2025, kegiatan Refreshing Course Pelatihan Pembuatan Silase memasuki hari kedua, melanjutkan rangkaian pelatihan hari pertama yang digelar sebelumnya.
Pada pelatihan hari kedua, menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, yakni Drh. Totok Setyanto dan Prof. Dr. Sc agr. Ir. Muhammad Bata, M.S., IPU. Keduanya membawakan materi mendalam terkait teori dan praktik pembuatan silase, sebuah metode pengawetan hijauan pakan ternak yang sangat penting dalam menunjang produktivitas peternakan.
Sesi dilanjutkan dengan praktik langsung, mulai dari proses pemotongan dan penggilingan rumput hingga tahapan fermentasi dalam kondisi anaerob. Peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang proses pembuatan silase berkualitas, termasuk teknik menambahkan bahan fermentasi yang tepat.
“Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam pembuatan silase, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi peternakan,” ujar Kepala BBPTUHPT Baturraden, Dani Kusworo.
Tak hanya fokus pada pakan ternak, BBPTUHPT Baturraden juga menggelar pelatihan lanjutan untuk bidang reproduksi. Pada Jumat, 2 Mei 2025, Tim Reproduksi BBPTUHPT mengikuti pelatihan bertajuk Kontrol Birahi, Gangguan Reproduksi, dan Refresh USG.
Pelatihan ini diikuti oleh para pejabat fungsional medik veteriner, paramedik veteriner, serta pengawas bibit ternak, yang bertujuan meningkatkan kompetensi dalam produksi bibit unggul. Bertindak sebagai narasumber, Prof. Drh. Agung Budiyanto, MP, Ph.D., Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM, membagikan ilmu dan pengalamannya dalam penanganan gangguan reproduksi pada sapi perah.
Efisiensi reproduksi menjadi kunci dalam mendongkrak produktivitas susu nasional. Melalui pelatihan ini, diharapkan kemampuan diagnostik dan teknis peserta, termasuk penggunaan USG dalam mendeteksi masalah reproduksi, dapat semakin optimal.
βDukungan dari pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kemajuan balai dan peningkatan produksi bibit. Dengan meningkatnya efisiensi reproduksi, produksi susu nasional pun bisa terdongkrak,β pungkas Dani Kusworo.
Rangkaian pelatihan ini menjadi bagian dari upaya strategis Kementerian Pertanian, melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sektor peternakan yang lebih maju dan profesional.







