Selasa, 01 Sep 2026 - 18:56 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

Apa Sih Makna Isra Miraj? Ini Kata Haedar Nashir

Eko Fajri
Senin, 28 Feb 2022 | 19:22 WIB
Ilustrasi malam Lailatul Qadar

ilustrasi Lailatul Qadar

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Isra Miraj pada 27 Rajab 1443 Hijriyah tahun ini bertepatan dengan Senin, 28 Februari 2022, Alquran sendiri menyampaikan keagungan Isra Mikraj dalam ayat pertama Surat Al-Isra.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyebut Isra Mikraj memiliki nilai inklusif bagi kehidupan kemanusiaan dan semesta yang terjabarkan dalam tiga makna.

Makna pertama, adalah makna kekuasaan.

Isra Miraj Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha hingga Sidratul Muntaha menurut Haedar mengandung pesan bahwa atas pencapaian ketinggian ilmu manusia, masih ada kekuatan ilahiyah yang tidak selalu bisa secara rasional oleh ilmu pengetahuan manusia.

β€œIsra Miraj menunjukkan bahwa di balik kekuasaan manusia yang bersifat profan atau duniawi itu ada kekuasaan Allah, kekuasaan Tuhan yang bersifat ruhaniyah-ilahiyah atau kekuasaan yang sakral,” tuturnya.

β€œSiapapun baik itu manusia, sekelompok manusia, organisasi, bahkan negara, lebih jauh lagi antar negara yang memiliki kekuasaan duniawi, jangan menyalahgunakan kekuasaan,” kata Haedar.

β€œMaka manusia seyogyanya dengan kekuatan yang ada tetap rendah hati, tidak menyalahgunakan,”.

“Perang, penistaan, kezaliman dan segala bentuk kesewenang-wenangan itu terjadi karena kekuasaan manusia lepas dari kekuasaan ketuhanan,” tambahnya.

Makna kedua adalah makna wajibnya ibadah salat bagi umat muslim dalam peristiwa Isra Miraj.

Menurut Haedar, ibadah salat memiliki dua dimensi pesan. Yakni hubungan manusia dengan Tuhan (habluminallah) dan hubungan manusia dengan manusia lainnya (habluminannas).

β€œSalat dan ibadah dalam Islam punya dimensi habluminannas yakni memberikan hubungan yang baik, damai, dan memberikan manfaat bagi kehidupan. Sehingga semakin banyak orang yang beribadah dengan baik, maka semakin baik kehidupan antara manusia, baik dalam hubungannya dengan lingkungan dan alam semesta,” kata Haedar.

β€œDalam posisi ini, jadikan Isra Miraj dengan buah dari salat untuk membangun relasi kemanusiaan yang semakin baik tapi juga relasi ketuhanan yang semakin dekat. Sehingga manusia semakin damai dengan langit, tapi juga semakin damai dengan bumi. Artinya bangun kehidupan yang lebih baik, adil, damai, tenteram, aman, makmur serta hidup maju bersama sehingga kehidupan menjadi penuh makna,” imbuhnya.

Makna ketiga adalah dua risalah Nabi setelah Isra Miraj.

Dua risalah itu adalah risalah menyempurnakan akhlak beserta risalah Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Dua risalah ini menurutnya mengandung makna bahwa Islam membangun peradaban sekaligus membangun keadaban.

Baca Juga

Pemuda Muhammadiyah Kota Solok Dilantik, Perkuat Dakwah Persyarikatan

Sabtu, 6 Jun 2026 | 22:56 WIB

Program TJSL BRI: Bangun Fasilitas Berwudu dan MCK Masjid

Jumat, 5 Jun 2026 | 07:13 WIB

Karena itu, dirinya berpesan agar umat muslim, tokoh agama, tokoh organisasi Islam senantiasa mencontoh akhlak mulia nabi.

Dengan tutur-tindakan yang berkeadaban di dunia nyata ataupun di media sosial sembari menebar rahmat bagi lingkungan di mana dia berada.

β€œJangan melakukan kebijakan yang membawa madarat, lebih-lebih atas nama agama. Agama harus difungsikan sebagai pencipta kebaikan dalam kehidupan,” kata Haedar.

β€œMaka bagi tokoh dan organisasi keagamaan, bawalah Islam betul-betul menjadi rahmat bagi semesta alam bukan hanya dalam retorika dan ujaran, tetapi dalam tindakan dan keteladanan,”.

“Kita umat beragama, para tokoh agama dan organisasi-organisasi keagamaan harus bisa menunjukkan sebagaimana Nabi Muhammad dengan uswah hasanah bahwa pilihan tentang kebenaran, tentang kebaikan dan tentang kepatutan hidup itu harus menjadi pancaran keberagamaan kita,” pungkasnya.

Tags: Haedar NashirIslamIsra MikrajMuhammadiyahMuslim

Berita Lainnya

Pemuda Muhammadiyah Kota Solok Dilantik, Perkuat Dakwah Persyarikatan

Sabtu, 6 Jun 2026 | 22:56 WIB

Program TJSL BRI: Bangun Fasilitas Berwudu dan MCK Masjid

Jumat, 5 Jun 2026 | 07:13 WIB

Mari Bergabung, UM Sumatera Barat Buka Banyak Peluang Beasiswa

Jumat, 17 Apr 2026 | 09:20 WIB

Muhammadiyah Kabupaten Solok Laksanakan Sholat Idul Fitri di Masjid Al Ahmad Apalamo Cupak

Jumat, 20 Mar 2026 | 15:57 WIB
Selanjutnya

Pemkab Agam Jamin Pasokan Air Bersih Bagi Pengungsi Malampah

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Β© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara