Rabu, 09 Sep 2026 - 08:45 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

Pemulihan Ekonomi Global Akibat Corona Dipengaruhi Faktor-faktor Ini

una mendukung pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, pemerintah harus memberikan dukungan ekonomi kepada masyarakat miskin dan rentan serta bantuan usaha kepada UMKM

redaksi
Kamis, 21 Okt 2021 | 13:19 WIB
.

. (Net)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan banyak faktor yang mempengaruhi pemulihan ekonomi global. Diantaranya, kecepatan vaksinasi, dukungan fiskal dan moneter, hingga gangguan pasokan dan kenaikan harga energi yang memperumit tantangan pemulihan di banyak negara berkembang.

“Pemulihan inklusif akan tergantung pada bagaimana kita akan merancang kebijakan agar tidak ada yang tertinggal,” ungkap Menkeu saat menjadi pembicara kunci pada Committee on Macroeconomic Policy, Poverty Reduction, and Financing for Development Third Session.

Baca Juga

BI Sumbar Hadirkan SCF 2026, Angkat Potensi UMKM dan Ekonomi Kreatif

Rabu, 26 Agu 2026 | 12:24 WIB

Ekonom Unand Sebut Tingkat Pengangguran Terbuka Tak Cukup untuk Menggambarkan Kondisi Pasar Kerja

Rabu, 19 Agu 2026 | 15:31 WIB

Lebih lanjut Menkeu menjelaskan, di masa pandemi Covid-19, prioritas pemulihan harus difokuskan pada isu kesehatan, sehingga vaksinasi dan 3T (testing, tracing, treatment) menjadi penting. Selain itu, pandemi memberikan pelajaran berharga bagi semua negara untuk membangun sistem kesehatan yang efektif dan handal, mengingat virus ini menyebar dari satu negara ke negara lainnya. Diharapkan ke depan pandemi ini bisa terdeteksi lebih awal.

Berikutnya, guna mendukung pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, pemerintah harus memberikan dukungan ekonomi kepada masyarakat miskin dan rentan serta bantuan usaha kepada UMKM. Jika perlu, perluas dan tingkatkan jaring pengaman sosial. Dalam hal ini Pemerintah Indonesia memberikan bantuan baik secara tunai maupun berupa subsidi kepada masyarakat.

Menkeu menyampaikan juga bahwa pemulihan berkelanjutan dimaknai dengan ekonomi hijau. Indonesia berkomitmen untuk mengurangi CO2 dengan merancang sektor energi yang ramah lingkungan, investasi pada energi baru terbarukan, serta memperkenalkan pasar karbon termasuk pajak karbon sebagai instrumen yang bekerja berdasarkan mekanisme pasar.

Oleh karenanya, Menkeu menambahkan peran lembaga multilateral dalam mengkoordinasikan dan memfasilitasi kerjasama global akan menjadi sangat penting. Kesiapsiagaan menghadapi pandemi pasti membutuhkan kerja sama di tingkat global. Perubahan iklim juga dapat diatasi jika setiap negara memiliki kemampuan untuk memanfaatkan sumber daya keuangan serta teknologi.

“Bagaimana kita akan membangun sumber daya tidak hanya dari pemerintah tetapi juga swasta. Bagaimana kita akan dapat menjalin kerja sama sehingga akses pembiayaan dan sumber daya akan menciptakan keterjangkauan dan transisi yang adil untuk setiap negara,” tutup Menkeu.

Tags: coronaEkonomiMenkeuNasional

Berita Lainnya

BI Sumbar Hadirkan SCF 2026, Angkat Potensi UMKM dan Ekonomi Kreatif

Rabu, 26 Agu 2026 | 12:24 WIB

Ekonom Unand Sebut Tingkat Pengangguran Terbuka Tak Cukup untuk Menggambarkan Kondisi Pasar Kerja

Rabu, 19 Agu 2026 | 15:31 WIB

TPT Mei 2026 Turun Jadi 4,65 Persen, Ekonom Unand Sebut Tekanan PHK Tetap Perlu Diwaspadai

Jumat, 14 Agu 2026 | 17:28 WIB
Guru Besar Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Prof. Dr. Drs. Syafruddin Karimi, SE, MA

TPT Mei 2026 Turun Jadi 4,65 Persen, Pengamat Sebut Sinyal Positif Pasar Kerja Tetap Perlu Dicermati

Jumat, 14 Agu 2026 | 07:16 WIB
Selanjutnya
pemimpin oposisi Rusia Alexey Navalny

Sedang di Penjara, Pimpinan Oposisi Rusia Raih Penghargaan HAM dari Uni Eropa

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara