Sabtu, 07 Nov 2026 - 13:07 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Life Health

Terkait Varian MU Covid-19, Ini Kata Satgas

Untuk diketahui varian ini ditemukan mula-mula di sana di Amerika Latin, di Kolombia kemudian juga di Ekuador pada bulan Januari 2021, jadi sudah cukup lama sudah sekitar 8-9 bulan

redaksi
Rabu, 8 Sep 2021 | 11:26 WIB
.

. (Net)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Varian Covid-19 terus mengalami mutasi salah satunya yakni varian Mu yang pertama kali ditemukan di Kolombia.

Namun, Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban menegaskan bahwa varian Mu tidak lebih ganas dari varian Delta. Bahkan, di dunia hanya 0,1% ditemukan kasus dari varian ini.

Baca Juga

IDI Padang Gelar PIT 2026, Tingkatkan Kompetensi Dokter Tangani Kegawatdaruratan

Kamis, 29 Okt 2026 | 16:04 WIB

Teh Hijau Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

Kamis, 22 Okt 2026 | 07:58 WIB

Zubairi mengungkapkan varian Mu yang saat ini menjadi perhatian dunia yang dikhawatirkan bisa merebak ke Indonesia telah ditemukan di Kolombia sejak Januari 2021 lalu.

“Untuk diketahui varian ini ditemukan mula-mula di sana di Amerika Latin, di Kolombia kemudian juga di Ekuador pada bulan Januari 2021, jadi sudah cukup lama sudah sekitar 8-9 bulan,” ungkapnya dikutip dari media sosial pribadinya, Rabu (8/9/2021).

Zubairi pun meminta masyarakat tidak perlu khawatir dan panik, namun tetap waspada terhadap varian Mu ini. Meskipun di Kolombia ditemukan 39% kasus dari varian Mu, namun di dunia hanya 0,1% kasus dari varian ini.

“Untuk Kolombia memang jadi masalah berat karena sekarang 39% virus di Kolombia adalah virus varian Mu. Namun untuk dunia masih kurang dari 0,1%. Jadi kita memang perlu waspada namun sama sekali tidak perlu panik, tidak perlu khawatir banget, 0,1% jadi masih rendah sekali ya,” paparnya.

Meskipun, kata Zubairi, dalam waktu 1 minggu terakhir memang ada ribuan orang yang terinfeksi di Kolombia dan juga ada beberapa ratus yang meninggal. “Namun sekali lagi itu merupakan varian yang amat jarang ditemukan di dunia yang lain, jadi 0,1%,” katanya.

Selain itu, Zubairi mengatakan kasus Mu di Amerika juga hanya beberapa ribu saja. Dia pun menegaskan bahwa varian Mu tidak lebih ganas dari varian Delta. Di Amerika juga hanya beberapa ribu saja. Dan itupun artinya amat sangat minim dibandingkan dengan varian Delta. Dan kelihatannya tidak lebih, paling tidak data sekarang ini tidak lebih ganas, tidak lebih bisa menembus antibodi yang terbentuk di tubuh kita, baik karena vaksin maupun setelah terinfeksi.

“Nah jadi bagaimana, apakah kita tenang saja? Ya, tidak. Tentu harus dilakukan monitoring evaluasi harian. Kali ini evaluasi harian terutama dari data berbagai negara. Jadi sekarang ini kan yang sedikit sekali masih di Amerika, di Meksiko, maupun di Spanyol, sedang di tempat lain masih amat sangat sedikit,” ungkap Zubairi.

Zubairi menegaskan saat ini monitor evaluasi itu paling penting. “Yang kedua jangan abai. Sekarang ini saya melihat bahwa sudah mulai ada istilahnya orang ingin sekali piknik, karena sudah lama ada di dalam rumah ingin banget banyak orang piknik, dan itu harus segera diawasi, dibatasi,” tegasnya.

Tags: coronacovid-19kesehatanNasionalsatgasVaksinVarian Baru Covid-19varian mu

Berita Lainnya

IDI Padang Gelar PIT 2026, Tingkatkan Kompetensi Dokter Tangani Kegawatdaruratan

Kamis, 29 Okt 2026 | 16:04 WIB

Teh Hijau Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

Kamis, 22 Okt 2026 | 07:58 WIB

Bunda, Ini Lima Resep Alpukat Sehat untuk Buah Hati

Rabu, 14 Okt 2026 | 09:34 WIB

Manfaat Jus Seledri untuk Kesehatan Badan

Jumat, 2 Okt 2026 | 08:08 WIB
Selanjutnya
Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz saat panen bawang di Payolinyam

Panen Bawang di Payolinyam, Pemko Payakumbuh Dorong Petani Bawang Untuk Produktif di Tengah Pandemi COVID-19

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara