Rabu, 09 Sep 2026 - 08:36 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Harga Pala Makin Anjlok, Petani di Padang Pariaman Mengeluh

para pemilik batang pala enggan merawat tanaman itu lantaran tak kunjung memberikan untung

redaksi
Selasa, 30 Apr 2019 | 14:17 WIB
Buah Pala

Buah Pala (istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

PADANGPARIAMAN, KLIKPOSITIF — Petani pala mengeluh lantaran harga yang terus mengalami penurunan semenjak Maret tahun 2018 hingga hari ini, Selasa 30 April 2019.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah pengepul pala di kawasan Sungai Limau, Sungai Geringgiang dan Aur Malintang, pada akhir Maret 2018 harga pala kering mencapai Rp70 ribu perkilogram. Nilai tersebut terus menurun setiap tiga bulan. Sekarang harga pala kering hanya Rp30 ribu perkilogram.

Salah satu pemilik kebun pala di Aur Melintang Padang Pariaman, Ilham mengatakan, harga pala terus menurun. Hal itulah yang membuat petani pala lesu dalam merawat kebun pala mereka.

“Entahlah, harganya terus turun. Tahun lalu (3 Maret 2018) sempat tinggi, yang kering (pala) satu kilo dapat Rp70 ribu. Kini yang kering cuma Rp30 ribu saja,” ungkap Ilham (30).

Ditambahkannya, saat ini, para pemilik batang pala enggan merawat tanaman itu lantaran tak kunjung memberikan untung. “Alasan harga pala itu turun kami tidak tahu. Tapi, kami sudah malas merawat batang itu, tidak ada hasilnya,” sebutnya.

Namun, banyak pihak terkait menyimpulkan bahwa turunnya harga dari setiap komoditas dipengaruhi karena permintaan dari negara tujuan ekspor berkurang.

Ketua Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) Sumbar, Irman menuturkan bagi negara penghasil minyak bumi apabila harganya turun (pala), berarti permintaan pala juga menurun.

“Sedangkan tujuan ekspor pala ke negara Eropa seperti Belanda dan Inggris, permintaan pala lebih cenderung dipengaruhi kondisi ekonomi umumnya di Eropa,” sebutnya.

Baca Juga

Koperasi yang Tumbuh Sebagai Perusahaan Milik Anggota yang Mandiri dan Berdikari

Jumat, 24 Jul 2026 | 19:43 WIB
Petani di lereng Gunung Singgalang panen cabe

Petani Lereng Gunung Singgalang Manfaatkan KUR Hadapi Kondisi Sulit

Rabu, 27 Mei 2026 | 18:21 WIB

Lebih lanjut dikatakannya, apabila ekonomi Eropa mengalami stagnasi atau krisis ekonomi, maka permintaan pala akan turun atau stagnan yang mempengaruhi harga jualnya.

Sementara itu, Kepala Kadin Sumbar, Ramal Saleh menyebut, peningkatan produksi pala Sumbar beberapa tahun terakhir kecil sekali yaitu sebesar 0,82 persen.

Pada 2015 produksinya sebanyak 1.450 ton, 2016 menjadi 1.462 ton dan 2017 mencapai 1.486 ton. “Untuk Sumbar sendiri, sentra pala adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Agam dan Padang Pariaman,” katanya.

Pernyataan Ramal Saleh itu senada dengan data yang dirilis oleh BPS Kabupaten Padang Pariaman. BPS mencatat produktivitas kebun pala Sumbar hanya sekitar 200 hingga 300 kilogram per hektare per tahun.

Cukup jauh bila dibandingkan dengan produktivitas kebun pala di Malaysia mencapai 900 kilogram per hektare per tahun. Sedangkan standar produktivitas tinggi kebun pala adalah 1.000 kilogram per hektare per tahun dan Malaysia hampir mencapainya.

[Rehasa]

Tags: KomoditiPadang PariamanPalaPetani

Berita Lainnya

Koperasi yang Tumbuh Sebagai Perusahaan Milik Anggota yang Mandiri dan Berdikari

Jumat, 24 Jul 2026 | 19:43 WIB
Petani di lereng Gunung Singgalang panen cabe

Petani Lereng Gunung Singgalang Manfaatkan KUR Hadapi Kondisi Sulit

Rabu, 27 Mei 2026 | 18:21 WIB

BPS Catat Lemahnya Daya Beli Petani Akibat Perubahan Harga di Tingkat Produsen

Kamis, 5 Feb 2026 | 16:19 WIB

Sejumlah Komoditas Turun Harga, Daya Beli Warga di Padang Panjang Diharapkan Meningkat

Senin, 2 Feb 2026 | 11:43 WIB
Selanjutnya
Penyerahan bantuan sembako oleh GM PLN UIW SUmbar Bambang Dwiyanto kepada kaum dhuafa, Kamis (2/5)

Sambut Ramadan, PLN UIW Sumbar Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Kaum Dhuafa

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara