KLIKPOSITIF- Perekonomian Sumatera Barat (Sumbar) tumbuh sebesar 4,69 persen pada triwulan III-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Salah satu penopang pertumbuhan tersebut berasal dari peningkatan ekspor luar negeri, terutama komoditas turunan kelapa sawit.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat ekspor kelompok komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) tumbuh 24,58 persen secara tahunan. Peningkatan ini didorong produk hilirisasi kelapa sawit, terutama RBD Palm Olein dan crude palm oil (CPO).
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, melalui siaran pers, Kamis (5/11/2026), mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah terutama ditopang peningkatan ekspor luar negeri dan konsumsi pemerintah.
“Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat terutama ditopang oleh peningkatan Ekspor Luar Negeri yang tumbuh sebesar 25,17 persen serta Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang meningkat sebesar 10,30 persen,” ujarnya.
Pertanian Serap 35,42 Persen Tenaga Kerja
Di tengah pertumbuhan ekonomi tersebut, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar di Sumbar.
Berdasarkan Sakernas Agustus 2026, sektor ini menyerap 35,42 persen dari total penduduk bekerja. Selanjutnya, perdagangan besar dan eceran sebesar 16,87 persen serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,29 persen.
Jumlah penduduk bekerja di Sumbar tercatat 3,03 juta orang, meningkat 15,71 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Sementara pengangguran mencapai 178,88 ribu orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,57 persen.
IPM Sumbar Peringkat Keenam Nasional
BPS juga mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumbar 2026 mencapai 77,97, meningkat dari 77,27 pada 2025. Capaian tersebut menempatkan Sumbar pada peringkat keenam dari 38 provinsi.
Rata-rata lama sekolah juga meningkat dari 9,77 tahun menjadi 10,03 tahun. Sementara itu, Kota Padang mencatat IPM tertinggi sebesar 85,59 dan Kepulauan Mentawai terendah sebesar 68,45.







