PADANG, KLIKPOSITIF – Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat menggelar empat perlombaan kebahasaan dan kesastraan untuk memeriahkan Bulan Bahasa dan Sastra 2026, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap bahasa dan sastra, khususnya bahasa Minangkabau, sekaligus menumbuhkan budaya literasi di Sumatera Barat.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, Rahmat, mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai kalangan, mulai dari guru pendidikan anak usia dini (PAUD), guru sekolah dasar (SD), pegiat literasi, hingga sekolah-sekolah di Kota Padang.
“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap bahasa dan sastra, khususnya bahasa Minangkabau, sekaligus mendorong kreativitas dan budaya literasi di Sumatera Barat,” katanya di Balai Bahasa Padang.
Ia menjelaskan, empat perlombaan yang digelar meliputi mendongeng berbahasa Minangkabau, komedi tunggal atau stand-up comedy berbahasa Minangkabau, video kreatif kebahasaan dan kesastraan, serta penulisan sinopsis novel klasik Indonesia.
Lomba mendongeng berbahasa Minangkabau diikuti 20 peserta dari kalangan guru PAUD, guru SD, dan pegiat literasi. Sementara itu, lomba komedi tunggal berbahasa Minangkabau diikuti 40 peserta yang menampilkan kreativitas dan humor dengan memanfaatkan bahasa daerah.
Adapun lomba video kreatif kebahasaan dan kesastraan melibatkan 20 sekolah di Kota Padang. Melalui lomba tersebut, para peserta ditantang mengemas pesan kebahasaan dan kesastraan dalam bentuk audiovisual yang menarik dan kreatif.
Sementara itu, lomba penulisan sinopsis mengangkat novel-novel klasik Indonesia yang diterbitkan Balai Pustaka. Beberapa karya yang menjadi bahan kegiatan di antaranya Sitti Nurbaya, Kasih Tak Sampai, dan Tenggelamnya Kapal van der Wijck.
Rahmat mengungkapkan, kegiatan serupa kembali dilaksanakan setelah sekitar 10 tahun tidak digelar. Pelaksanaan tahun ini sekaligus menjadi langkah awal untuk melihat antusiasme masyarakat, terutama dalam penggunaan bahasa Minangkabau dan partisipasi dalam kegiatan kebahasaan serta kesastraan.
“Kita ingin melihat antusiasme masyarakat melalui kegiatan ini, terutama terkait penggunaan bahasa Minangkabau. Harapannya, kegiatan ini bisa kembali berkembang dan gaungnya semakin besar pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
Kepala UPTD Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Pendidikan Sumatera Barat, Mina, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, perlombaan kebahasaan dan kesastraan dapat menjadi sarana untuk membangkitkan semangat siswa dalam membaca, berpikir kritis, serta mengembangkan kreativitas.
Ia juga menyampaikan dukungan Dinas Pendidikan Sumatera Barat terhadap kegiatan yang dinilai mampu memperkuat identitas budaya Minangkabau di kalangan generasi muda.
“Kita harus bangga dengan identitas Minangkabau. Kami berharap ke depan semakin banyak peserta yang ikut serta dalam kegiatan ini,” katanya.
Mina berharap kolaborasi antara Balai Bahasa dan pihak-pihak terkait dapat dibangun sejak awal dan dilaksanakan secara konsisten. Dengan demikian, kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan peserta pada masa mendatang.
Menurutnya, kegiatan ini juga dapat menjadi pemantik bagi siswa untuk lebih giat membaca, memperluas pengetahuan, dan membangun daya kritis. Selain itu, perlombaan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai karya kreatif dari kalangan pelajar di Sumatera Barat.
Antusiasme juga terlihat dari partisipasi komunitas literasi. Salah seorang peserta dari Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Dwi Lestari, Kabupaten Pesisir Selatan, mengaku kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk memperluas jejaring dan meningkatkan partisipasi komunitas literasi.
Ia mengatakan telah mempersiapkan diri selama tiga minggu untuk mengikuti perlombaan tersebut. Meski berasal dari Jakarta, ia mengaku tertantang untuk berpartisipasi dalam kegiatan berbahasa Minangkabau setelah 21 tahun tinggal dan menjadi warga Kabupaten Pesisir Selatan.
“Walaupun saya aslinya dari Jakarta, karena sudah 21 tahun tinggal dan menjadi warga Pesisir Selatan, kegiatan ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2026, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat berharap pelestarian bahasa daerah semakin mendapat tempat di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat apresiasi terhadap karya sastra serta menumbuhkan kebiasaan membaca, menulis, dan berkarya, khususnya di kalangan generasi muda.












