Solok, Klikpositif – Pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Beras -julukan Kota Solok- pada November 2025 lalu, Pemerintah Kota Solok terus melakukan langkah pemulihan infrastruktur dan penguatan mitigasi bencana.
Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra mengatakan, Pemerintah Kota Solok sudah menetapkan langkah-langkah strategis dalam akselerasi pemulihan infrastruktur dan juga pelayanan publik.
Dalam penguatan pemulihan dan mitigasi bencana, Wali Kota Solok menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menjalankan langkah-langkah atau program prioritas yang sudah disiapkan.
Menurut Wako Ramadhani, pemulihan infrastruktur sangat penting untuk dioptimalkan, mengingat bencana tidak saja merusak fasilitas umum, perumahan dan areal persawahan, banjir juga mengganggu roda perekonomian masyarakat.

“Pembenahan infrastruktur merupakan prioritas kita pasca bencana agar pelayanan publik dan perekonomian kembali bergerak maksimal. Secara bertahap, pemerintah daerah dan masyarakat terus bangkit untuk pulih dengan semangat kebersamaan,” cetusnya.
Arah pemulihan pasca bencana di Kota Solok pun mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui pengalokasian kembali anggaran Transfer Ke Daerah (TKD). Alokasi diperuntukan untuk pemulihan pasca bencana.
Atensi Pemko Solok pasca bencana tidak hanya pada upaya perbaikan dan pemulihan pemukiman masyarakat yang terdampak, namun juga perbaikan terhadap berbagai infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat banjir.
“Terutama akses jalan vital guna mendorong berputarnya kembali roda perekonomian masyarakat. Selain itu, kita perkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana serta edukasi terhadap masyarakat dalam menghadapi potensi bencana,” ungkap Wako Ramadhani.
Pulihkan Infrastruktur, Perkuat Mitigasi

Dalam upaya pemulihan infrastruktur, Pemerintah Kota Solok mengalokasikan anggaran ke OPD teknis. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Solok mendapat dukungan anggaran sebesar Rp 55.711.698.968. Sebagian dari dana tersebut diperuntukan untuk perbaikan infrastruktur jalan yang nilainya mencapai Rp 5.913.216.960,-.
Selain perbaikan jalan yang rusak akibat dampak bencana, pembangunan jalan poros kota atau jalan vital untuk mendorong bergeraknya roda perekonomian masyarakat juga menjadi perhatian.
Kepala Bidang PSDA, Wirda Ningsih Caniago menjelaskan, pemulihan infrastruktur merupakan komitmen jangka panjang pemerintah dalam menjaga stabilitas sektor agraria di Kota Beras.
Selain pembangunan jalan, perhatian khusus juga diberikan pada sistem drainase sebagai langkah antisipasi terhadap potensi genangan dan banjir, terutama saat musim hujan.
Tidak saja DPUPR Kota Solok yang bergerak cepat dalam penguatan infrastruktur fisik, langkah-langkah mitigasi bencana pun dilakukan melalui BPBD Kota Solok.
Dari kajian kebencanaan BPBD Kota Solok, terdapat 4 dari 13 kelurahan yang masuk daerah relatif aman dari ancaman banjir, yakni Kelurahan Laing, Tanjung Paku, Pasar Pandan Air Mati (PPA). Sementara 9 kelurahan masuk kategori rawan dan butuh perhatian dan kewaspadaan lebih tinggi.

Menurut Kalaksa BPBD Kota Solok, Edrizal, dengan resiko besar yang mengancam, salah satu langkah paling efektif dalam mengurangi dampak bencana tentu dengan memperkuat fasilitas penanggulangan bencana dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko.
Dari pengembalian anggaran TKD tersebut, BPBD Kota Solok mendapat dukungan dana sebesar Rp1,5 miliar. Dari anggaran itu, dialokasikan untuk pembangunan gudang logistik dan garasi kendaraan operasional senilai Rp900 juta.
Dijelaskan Edrizal, hal ini akan menunjang penyimpanan peralatan dan logistik kebencanaan secara lebih aman dan terintegrasi. Selain itu, sekitar Rp500 juta dialokasikan untuk pengadaan peralatan kebencanaan, sehingga proses penanganan darurat di lapangan dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan optimal.
Selain itu, juga dialokasikan anggaran Rp132 juta untuk penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) yang akan menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan daerah berbasis mitigasi dan pengurangan risiko bencana.
Menurut Edrizal, dukungan anggaran tersebut merupakan investasi penting untuk meningkatkan ketangguhan Kota Solok dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang.
“Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas personel, melengkapi sarana dan prasarana, serta memperkuat edukasi masyarakat. Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
BPBD Kota Solok juga mengajak masyarakat untuk selalu waspada, menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta mengikuti setiap informasi dan peringatan yang disampaikan pemerintah.
Diapresiasi Pemerintah Pusat

Bencana hidrometeorologi pada November 2025 menjadi catatan serius bagi Kota Solok. Sebanyak 9.375 jiwa dari 2.978 Kepala Keluarga terdampak banjir akibat luapan aliran Batang Lembang dan Batang Gawan.
Banjir tidak hanya melanda daerah-daerah yang berada di bantaran Batang Lembang, namun juga sejumlah kelurahan lain yang berada di aliran sungai lainnya. Total 9 dari 13 kelurahan di 2 kecamatan terdampak banjir.
Tidak saja merendam rumah warga hingga fasilitas umum, banjir juga merusak lahan pertanian utamanya sawah produktif. Data BPBD Kota Solok, banjir merendam 106,9 hektare lahan pertanian, kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra menjadi sosok yang amat sibuk dalam menghadapi banjir bandang saat bencana hidrometeorologi. Turun langsung membantu proses penanggulangan bencana hingga distribusi bantuan logistik.

Langkah Wali Kota Solok tak hanya sampai di situ, seluruh ASN diturunkan sebagai relawan dalam pada masa tanggap darurat. Setiap ASN yang berusia di bawah 40 tahun ditugaskan membantu penanggulangan bencana.
tidak hanya sebagai abdi negara, ASN di daerah rawan bencana dituntut siap membantu dalam berbagai tugas kemanusiaan, mulai dari evakuasi, pelayanan logistik, hingga pembersihan rumah warga terdampak, termasuk fasilitas umum.
Kolaborasi antara TNI-Polri, tenaga kebencanaan, relawan hingga ASN membuat penanggulangan bencana di Kota Beras berlangsung cepat. Respon cepat pemerintah daerah menghadirkan kenyamanan dari masyarakat.
Kota Solok menjadi salah satu daerah yang tergolong sigap dalam menanggulangi bencana. Langkah strategis dan tepat Kota Solok dalam penanggulangan bencana mengurangi dampak dan risiko fatal.
Kesigapan Kota Solok pun mendapat acungan jempol dari pemerintah pusat. Wamendagri Bima Arya ketika berkunjung ke Kota Solok menyampaikan apresiasi atas kesigapan pemerintah Kota Solok dalam penanggulangan bencana. Keselamatan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat merupakan prioritas utama dalam penaggulangan bencana.






