KLIKPOSITIF- Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, membangun dan meningkatkan Jalan Raya Pasir Jambak, Kecamatan Koto Tangah, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Infrastruktur Jalan. Proyek ini tidak hanya meningkatkan konektivitas wilayah, tetapi juga memperkuat jalur evakuasi tsunami serta mendukung pengembangan kawasan wisata pesisir.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Padang, Ihsanul Rizki, mengatakan pembangunan Jalan Raya Pasir Jambak merupakan proyek strategis yang mendukung peningkatan infrastruktur sekaligus menunjang Program Padang Rancak yang menjadi program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang.
“Selain meningkatkan akses masyarakat, jalan ini juga terintegrasi sebagai jalur evakuasi tsunami dan menjadi akselerator pengembangan pariwisata bahari. Ini sesuai dengan Progul Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang melalui Program Padang Rancak,” ungkapnya.
Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Sarana Mitra Saudara. Program Padang Rancak sendiri berfokus pada penataan kota secara menyeluruh, pengelolaan mobilitas yang inklusif, serta peningkatan sarana dan prasarana yang layak bagi masyarakat.
Menurut Ihsanul, pemanfaatan anggaran APBN melalui skema DAK Fisik menjadi solusi percepatan pembangunan infrastruktur daerah tanpa memberikan beban berlebih terhadap APBD.
“Pemanfaatan APBN melalui mekanisme Dana Alokasi Khusus menjadi solusi akselerasi pembangunan daerah tanpa membebani APBD secara berlebihan,” terangnya.
Ia menjelaskan, alokasi DAK Fisik tersebut juga sejalan dengan target nasional untuk meningkatkan konektivitas menuju Daerah Tujuan Wisata (DTW) sekaligus memperkuat kawasan yang tangguh terhadap bencana.
Pekerjaan proyek meliputi rekonstruksi badan jalan, pengaspalan, hingga peningkatan lapisan fondasi bahu jalan guna menjamin umur layanan infrastruktur yang lebih optimal.
“Proyek mencakup rekonstruksi badan jalan, pengaspalan, hingga peningkatan lapisan fondasi bahu jalan demi menjamin umur layanan infrastruktur yang optimal,” jelasnya.
Dinas PUPR Kota Padang juga mengintensifkan pengawasan agar kualitas konstruksi jalan memenuhi standar dan mampu menahan beban kendaraan dengan volume lalu lintas tinggi, mulai dari kendaraan roda dua hingga roda enam.
Ihsanul menambahkan, kawasan Pasie Nan Tigo yang berada di zona merah pesisir membutuhkan infrastruktur jalan yang andal sebagai jalur evakuasi saat terjadi bencana.
“Berada langsung di zona merah pesisir pantai, wilayah Pasie Nan Tigo memerlukan infrastruktur jalan darurat yang andal,” katanya.
Ia berharap pembangunan jalan tersebut mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Pasir Jambak, termasuk memangkas waktu tempuh menuju lokasi wisata seperti Jambak Sea Turtle Camp.
Selain itu, infrastruktur yang memadai juga diyakini akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat, terutama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan pelaku usaha kuliner di sepanjang kawasan pantai.
“Infrastruktur yang prima memberikan dampak ekonomi positif bagi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan masyarakat setempat yang mengelola pondok-pondok wisata kuliner di sepanjang garis pantai,” tutupnya.






