PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF – Sebanyak 35 guru di Kota Payakumbuh terpilih mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) setelah melewati serangkaian tahapan seleksi yang diselenggarakan Dinas Pendidikan setempat.
Ke-35 peserta tersebut merupakan hasil penyaringan dari 66 guru yang sebelumnya diundang untuk mengikuti proses seleksi. Dari jumlah itu, sebanyak 44 orang berhasil melanjutkan ke seleksi substantif yang dilaksanakan pada 9 Oktober 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nalfira, mengatakan peserta yang dinyatakan lolos terdiri dari dua guru Taman Kanak-kanak (TK), 26 guru Sekolah Dasar (SD), dan tujuh guru Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Mereka yang terpilih merupakan peserta yang telah melewati tahapan seleksi. Kami berharap seluruh peserta mengikuti diklat dengan disiplin dan penuh tanggung jawab,” kata Nalfira.
Ia menjelaskan, diklat tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2025. Materi pelatihan dirancang untuk membekali calon kepala sekolah dengan kompetensi manajerial, supervisi, pengembangan satuan pendidikan, serta kepemimpinan pembelajaran.
Menurutnya, kemampuan tersebut penting dimiliki calon kepala sekolah karena tugas seorang pemimpin satuan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik.
“Kepala sekolah bukan hanya pemimpin administratif, tetapi juga pemimpin pembelajaran yang menggerakkan guru dan membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta mendukung perkembangan setiap anak,” ujarnya.
Diklat BCKS secara resmi dibuka Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, mewakili Wali Kota Zulmaeta di Hotel Valmont, Bukittinggi, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh bekerja sama dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Barat itu berlangsung hingga 31 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Elzadaswarman mengatakan penyiapan calon kepala sekolah merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Payakumbuh.
Ia berharap para peserta tidak sekadar menjadikan diklat sebagai tahapan untuk memperoleh jabatan, tetapi benar-benar mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan di lingkungan sekolah.
“Jangan memandang jabatan kepala sekolah semata-mata sebagai promosi atau pencapaian karier. Ukuran keberhasilannya bukan hanya tertibnya administrasi, tetapi juga meningkatnya kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik,” tegasnya.
Elzadaswarman juga mendorong calon kepala sekolah agar memiliki kemampuan membangun kolaborasi dengan guru, orang tua, dan masyarakat, sekaligus mengembangkan literasi, numerasi, serta inovasi pembelajaran.
Ia berharap hasil pelatihan tersebut dapat diterapkan melalui kerja nyata sehingga setiap sekolah di Payakumbuh mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.
“Menyiapkan calon kepala sekolah berarti menyiapkan masa depan pendidikan kita. Kepala sekolah bukan sekadar administrator, tetapi pemimpin pembelajaran yang mampu menggerakkan guru dan memastikan setiap peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang bermutu,” tutupnya.














