Sabtu, 07 Nov 2026 - 12:23 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

Waspada Potensi Bencana Geo-hidrometeorologi Jelang Natal dan Tahun Baru

bencana alam

redaksi
Jumat, 3 Des 2021 | 07:32 WIB
ilustrasi

ilustrasi (Net)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Masyarakat diminta waspada terhadap potensi bencana geo-hidrometeorologi menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Kewaspadaan ini termasuk adanya curah hujan yang tinggi pada Desember 2021-Januari 2022.

Dikatakan olehnya bahwa prospek atau prediksi curah hujan di wilayah Indonesia pada Desember 2021 dan Januari 2022.

Baca Juga

Hujan (ilustrasi)

Prakiraan Cuaca Sumbar 7 November 2026, Sejumlah Daerah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Sabtu, 7 Nov 2026 | 10:40 WIB
Hujan (ilustrasi)

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Sumbar Hari Ini

Senin, 2 Nov 2026 | 10:10 WIB

“Di mana terdapat periode Natal dan Tahun Baru, menunjukkan bahwa curah hujan pada umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi (100 — 500 mm per bulan),” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya.

Selain itu kepala BMKG juga meminta agar mitra kementerian/lembaga, pemerintah daerah dan stakeholder, serta masyarakat terus memonitor perkembangan cuaca, iklim, dan gempa bumi, serta peringatan dini kondisi ekstrem seperti cuaca, gelombang laut, iklim, dan tsunami) dari BMKG melalui berbagai kanal resmi.

“Perlu dipastikan bahwa informasi terkait kondisi meteorologi, klimatologi, gempa bumi, dan tsunami dapat diakses ataupun diterima dengan cepat dan dipahami oleh operator transportasi, para stakeholder, sektor terkait, dan masyarakat,” ujar Dwikorita.

Dwikorita mengatakan berbeda dengan kondisi cuaca yang dapat diprediksi, kejadian gempa bumi dan tsunami belum dapat diprediksi.

Namun dapat dimodelkan potensi bahayanya dengan menggunakan skenario terburuk untuk acuan upaya mitigasi. Dalam hal ini BMKG sudah memetakan tingkat bahaya sebagian besar pantai rawan tsunami di Indonesia.

Kemudian terkait berkembangnya pemberitaan terkini di media mengenai potensi tsunami di Cilegon, dalam hal ini BMKG tidak bermaksud memberikan prediksi bahwa akan terjadi tsunami selama periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

“Cilegon hanya sebagai contoh, salah satu wilayah yang rawan dan memiliki potensi tsunami seperti halnya wilayah lain di Indonesia yang memiliki potensi dan catatan sejarah tsunami,” ujar dia.

Dwikorita mengatakan gempa bumi dan tsunami dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, namun tidak dapat dipastikan/diprediksi dengan tepat kapan waktu akan terjadi.

“Catatan katalog tsunami BMKG menunjukkan bahwa di wilayah Indonesia sejak tahun 1608 sudah terjadi tsunami lebih dari 246 kali, sehingga kita semua patut waspada,” ujar Dwikorita.

Tags: Bencana AlamBencana Geo-hidrometeorologiBmkgGempaNatalTahun BaruTsunami

Berita Lainnya

Hujan (ilustrasi)

Prakiraan Cuaca Sumbar 7 November 2026, Sejumlah Daerah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Sabtu, 7 Nov 2026 | 10:40 WIB
Hujan (ilustrasi)

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Sumbar Hari Ini

Senin, 2 Nov 2026 | 10:10 WIB
Fenomena cuaca (ilustrasi/net)

Dipicu Siklon Tropis 91B dan MJO, Sumbar Berpotensi Diguyur Hujan hingga 5 November

Sabtu, 31 Okt 2026 | 13:10 WIB
Hujan (ilustrasi)

BMKG Prediksi Hujan Sedang-Lebat di Sejumlah Wilayah Sumbar Hari Ini

Rabu, 21 Okt 2026 | 11:48 WIB
Selanjutnya
.

Mengapa Varian Baru Virus Corona Dinamakan Omicron? Ini Penjelasannya

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara