Sabtu, 07 Nov 2026 - 10:36 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

Wamenkes Dorong Hilirisasi IGRA Hasil Riset RS M Djamil dan Unand

Fitria Marlina
Jumat, 18 Sep 2026 | 18:02 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR mendorong percepatan hilirisasi hasil riset kesehatan yang dikembangkan di dalam negeri, termasuk kit diagnostik Interferon Gamma-Release Assay (IGRA) hasil kolaborasi peneliti RS M Djamil dan Universitas Andalas (Unand).

Dorongan tersebut disampaikan Benjamin saat melakukan kunjungan kerja ke RS M Djamil Padang, Jumat (18/9). Pengembangan IGRA menjadi salah satu inovasi yang mendapat perhatian dalam kunjungan tersebut karena dinilai berpotensi mendukung penguatan deteksi infeksi tuberkulosis (TB).

Dalam pemaparannya di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RS M Djamil, Benjamin mengatakan Indonesia memiliki sumber daya manusia dan peneliti yang mampu menghasilkan berbagai inovasi di bidang kesehatan.

Menurutnya, hasil penelitian yang dikembangkan perguruan tinggi maupun rumah sakit perlu didorong agar tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat dilanjutkan hingga tahap pemanfaatan dan produksi.

“Indonesia memiliki sumber daya manusia dan peneliti yang mampu menghasilkan inovasi di bidang kesehatan. Karena itu, hasil penelitian yang dikembangkan di perguruan tinggi maupun rumah sakit perlu terus didorong agar tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat dilanjutkan hingga pemanfaatan dan produksi,” ujarnya.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kunjungan tersebut adalah kit diagnostik IGRA yang dikembangkan Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi (PDRPI) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc.

Benjamin mengapresiasi inovasi tersebut karena pemeriksaan IGRA menggunakan sampel darah untuk membantu mendeteksi infeksi bakteri penyebab tuberkulosis.

“Saya kagum dengan inovasi riset diagnosis tuberkulosis yang lebih akurat, kit diagnostik Interferon Gamma-Release Assay (IGRA) yang dikembangkan Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc.,” katanya.

Ia menjelaskan, pemeriksaan berbasis darah tersebut dapat mendukung proses skrining sehingga seseorang yang teridentifikasi mengalami infeksi dapat segera mendapatkan tindak lanjut.

“Dengan darah kita bisa mendeteksi infeksi bakteri penyebab tuberkulosis. Jika saat skrining positif maka kita dapat langsung melakukan pencegahan,” ujarnya.

Benjamin mengatakan Kementerian Kesehatan menargetkan tes IGRA dapat dimanfaatkan untuk mendukung deteksi tuberkulosis pada tahun mendatang. Pengembangan tersebut diharapkan turut memperkuat upaya deteksi TB sekaligus meningkatkan pemanfaatan produk diagnostik hasil riset dalam negeri.

“Inovasi seperti IGRA menjadi contoh bahwa rumah sakit tidak hanya berperan memberikan pengobatan kepada pasien, tetapi juga dapat menjadi tempat lahirnya penelitian yang memberikan kontribusi bagi sistem kesehatan nasional,” tuturnya.

### Perkuat Riset dan Inovasi

Direktur Utama RS M Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan penguatan riset menjadi salah satu bagian penting dalam transformasi rumah sakit, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengampuan.

“Pengembangan riset menjadi salah satu bagian penting dalam transformasi RS M Djamil sebagai rumah sakit rujukan sekaligus institusi yang berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan,” katanya.

Ia menyebutkan sejumlah penelitian saat ini tengah dikembangkan di lingkungan RS M Djamil. Penelitian tersebut antara lain berkaitan dengan panel sepsis, infeksi saluran kemih, meningitis, ulkus, dan saluran cerna.

Selain itu, RS M Djamil juga telah melakukan penelitian terkait metode deteksi berbagai penyakit, di antaranya panel pneumonia, 17 jenis bakteri, MRSA, tuberkulosis, Hepatitis B Virus, HIV, hingga deteksi jenis kelamin.

“RS M Djamil juga telah melakukan sejumlah penelitian terkait pengembangan metode deteksi berbagai penyakit,” ujarnya.

Menurut Dovy, pengembangan riset ke depan tidak hanya berfokus pada metode diagnosis. Rumah sakit juga membutuhkan penelitian terkait evaluasi terapi, obat, vaksin, stem cell, dan biosimilar.

Selain itu, pengembangan herbal medicine juga dinilai penting untuk mendukung pemanfaatan terapi komplementer.

TKDN IGRA Capai 70-75 Persen

Sementara itu, Kepala PDRPI Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc mengatakan IGRA dikembangkan secara mandiri melalui kolaborasi peneliti dari lima institusi riset dan rumah sakit di Indonesia.

Pengembangan tersebut, kata Andani, menjadi bagian dari upaya membangun kemampuan nasional dalam menghasilkan produk bioteknologi kesehatan.

“Produk IGRA ini merupakan produk yang dikembangkan sendiri dari awal oleh peneliti dari lima institusi riset dan rumah sakit di Indonesia,” katanya.

Ia menjelaskan, sebagian besar bahan baku yang digunakan dalam pengembangan produk tersebut telah diproduksi di dalam negeri, termasuk protein induktor dan detektor yang menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kit diagnostik.

Saat ini, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) produk IGRA tersebut berada pada kisaran 70 hingga 75 persen.

“Sebagian besar bahan baku sudah dibuat di dalam negeri seperti protein induktor dan detektor. TKDN saat ini sekitar 70 sampai 75 persen,” ujarnya.

Baca Juga

RSUP M Djamil Dorong Pembentukan AMR Sumbar Network untuk Kendalikan Resistansi Antimikroba

Sabtu, 3 Okt 2026 | 20:05 WIB

Dua Pasien Remaja Rujukan Pariaman Masih Jalani Perawatan di RS M. Djamil

Sabtu, 19 Sep 2026 | 07:44 WIB

Andani menargetkan TKDN produk tersebut terus meningkat. Pada 2027, TKDN diharapkan dapat mencapai sekitar 85 persen apabila antibodi yang dibutuhkan dalam proses produksi sudah dapat dibuat di dalam negeri.

“Diharapkan tahun 2027 TKDN bisa mencapai 85 persen jika antibodi sudah dapat dibuat sendiri,” tuturnya.

Menurut Andani, pengembangan IGRA tidak hanya menghasilkan satu produk diagnostik, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun kemampuan riset dan produksi bioteknologi kesehatan di Indonesia.

“Saya menilai kemampuan mengembangkan produk dari bahan baku, proses penelitian, hingga menghasilkan produk diagnostik menjadi tahapan penting dalam membangun ekosistem bioteknologi kesehatan nasional,” katanya.

Tags: RSUP M Djamil

Berita Lainnya

RSUP M Djamil Dorong Pembentukan AMR Sumbar Network untuk Kendalikan Resistansi Antimikroba

Sabtu, 3 Okt 2026 | 20:05 WIB

Dua Pasien Remaja Rujukan Pariaman Masih Jalani Perawatan di RS M. Djamil

Sabtu, 19 Sep 2026 | 07:44 WIB

RSUP M Djamil dan Pemprov Sumbar Kolaborasi Tangani Pasien Terlantar

Jumat, 21 Agu 2026 | 06:37 WIB

Dosen Poltekkes yang Jatuh dari Gedung Kampus Jalani Perawatan Intensif di RSUP M Djamil Padang

Rabu, 24 Jun 2026 | 19:17 WIB
Selanjutnya

Hidup di Era VUCA, Rektor Unand Efa Yonnedi Tegaskan Lulusan Harus Siap "Future Ready"

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara