PADANG, KLIKPOSITIF– Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Barat (Sumbar) mengingatkan agar penyelenggara pemilu, hingga tim kampanye calon dan partai politik dapat mengurangi sampah plastik dengan tidak menggunakannya.
Hal itu disampaikan, Direktur Walhi Sumbar, Wengky Purwanto mengingatkan hal tersebut sebagai salah satu pemilu ramah lingkungan. Tidak hanya, melarang pemasangan alat peraga kampanye di pohon, namun soal sampah juga jauh lebih penting.
“Saat ini kita juga mendorong dalam momentum Pemilu 2024 ini, penyelenggara dan peserta pemilu KPU, Bawaslu, Parpol, calon legislatif, tim-tim kampanye juga menetapkan kebijakan tidak menggunakan dari plastik sekali pakai, karena kalau tidak itu akan menambah timbunan sampah di berbagai kota,” ungkapnya pada Katasumbar grup Klikpositif.
Ia menjelaskan, persoalan sampah plastik hari ini bukan hanya sekedar sosialisasi dan edukasi ke tengah masyarakat.
Namun, sebagai aparatur negara, semua pihaknya harus bisa memulai hal tersebut sebagai sebuah kesadaran bersama dalam mengatasinya.
“Jadi mengelola sampah itu tidak hanya tanggung jawab dan kewajiban menurut regulasi dan kebijakan secara umum. Tapi, secara agama juga,” terangnya.
Selain perang penting pihak tertentu, dalam mengurangi produksi sampah plastik para produsen juga harus bisa secara bersama melakukanya.
Menurutnya, bahaya dampak sampah plastik sudah memiliki dampak nyata terhadap Sumatera Barat, seperti ditemukan air terkontaminasi oleh mikro plastik.
Lanjutnya, mikro plastik ini dalam banyak riset dikatakan sangat membahayakan bagi kesehatan manusia, dan juga makhluk hidup lain dan hal itu sudah ditemukan di Sumbar, salah satunya Kota Padang.
“Dan tentu ini berdampak nyata karena dia dapat memicu kanker dan berbagai penyakit lainya. Hanya dari yang tidak terkelola dengan baik salah satunya plastik. ,” terangnya.






