BUKITTINGGI,KLIKPOSITIF – Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan laju perekonomian di kota wisata tersebut mengalami kemunduran akibat bencana hidrometeorologi.
Perlu diketahui bencana akibat cuaca ekstrem di Sumbar terjadi sejak 21 November dan mencapai puncaknya pada 26-27 November 2025.
Akibatnya jalur utama Bukittinggi yakni dari arah Padang, Medan dan Maninjau sempat terputus total sehingga tidak ada wisatawan yang datang.
“Pertumbuhan ekonomi kita saat bencana di bawah 4 persen, semuanya sepi,” ungkap Ramlan dikutip Minggu 21 Desember 2025.
Selama periode tersebut, kata dia, Bukittinggi kehilangan pendapatan hingga mencapai Rp 5 miliar.
“Kita ini adalah kota wisata sehingga bencana berdampak bagi perekonomian kita,” jelasnya.
Guna menggenjot perekonomian yang lesu, Pemerintah tetap menggelar event seperti MTQ dan Minang Geopark Run.
Dari event ini, ribuan orang hadir ke Bukittinggi sehingga UMKM lokal mulai bisa bergerak kembali.
“Dan tentu hasilnya bisa kita salurkan pula ke daerah terdampak bencana,” sebutnya.
(*)







