BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota Padang Panjang terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi sebagai pedoman penanganan kondisi darurat yang cepat, terarah, dan terkoordinasi.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, saat menutup Workshop Grand Design Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Kota Padang Panjang di Campago Hotel and Resort, Bukittinggi, Rabu (22/7/2026).
Workshop yang berlangsung selama tiga hari, 20–22 Juli 2026, diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang Panjang sebagai langkah awal penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi yang akan menjadi acuan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Selama pelaksanaan workshop, peserta yang berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), unsur TNI, Polri, instansi vertikal, lembaga terkait, serta pemangku kepentingan lainnya menyamakan persepsi mengenai ruang lingkup, metodologi penyusunan, identifikasi skenario ancaman, hingga tahapan penyusunan dokumen. Forum tersebut juga menghasilkan kesepakatan mengenai jenis ancaman prioritas yang akan dimasukkan ke dalam Dokumen Rencana Kontingensi sekaligus memperjelas peran, fungsi, serta tanggung jawab masing-masing instansi dalam penanggulangan bencana.
Dalam sambutannya, Wali Kota Hendri Arnis menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi lintas sektor, koordinasi yang kuat, serta perencanaan yang matang agar penanganan bencana dapat dilakukan secara efektif ketika kondisi darurat terjadi.
“Dokumen Rencana Kontingensi ini bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan pedoman operasional yang akan digunakan saat kondisi darurat terjadi. Karena itu, penyusunannya harus berbasis data, disusun secara komprehensif, serta melibatkan seluruh pihak yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.
Menurut Hendri, keberadaan Dokumen Rencana Kontingensi akan memperkuat koordinasi antarlembaga sehingga setiap unsur memahami tugas, fungsi, dan tanggung jawabnya ketika terjadi bencana. Dengan adanya pedoman yang jelas, proses pengambilan keputusan, mobilisasi sumber daya, hingga pelaksanaan penanganan darurat dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terarah.
Ia berharap hasil workshop tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi segera ditindaklanjuti menjadi dokumen yang aplikatif, mudah dipahami, dan dapat diimplementasikan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam penanggulangan bencana di Kota Padang Panjang.
“Saya berharap semangat kolaborasi yang telah terbangun selama workshop ini terus dipertahankan. Dengan perencanaan yang baik dan kesiapsiagaan yang terukur, kita dapat meminimalkan risiko bencana, melindungi masyarakat, serta memperkuat ketangguhan Kota Padang Panjang dalam menghadapi berbagai ancaman di masa mendatang,” tutupnya.
Workshop tersebut menghadirkan Direktur DRR Indonesia sekaligus Konsultan Penanggulangan Bencana, Revanche Jefrizal, sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menjelaskan prinsip-prinsip penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi berdasarkan standar nasional serta praktik terbaik dalam manajemen risiko bencana, mulai dari identifikasi ancaman, analisis risiko, penyusunan skenario, hingga mekanisme koordinasi dan rencana aksi saat tanggap darurat.
Melalui penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi ini, Pemerintah Kota Padang Panjang berharap mampu membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih terukur, meningkatkan koordinasi antarpemangku kepentingan, serta memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana secara cepat, efektif, dan terkoordinasi.






