Solok, Klikpositif – Peredaran gelap narkoba dan pergaulan bebas menjadi ancaman serius bagi generasi muda Kabupaten Solok. Narkoba tidak saja menyasar sudut kota, namun merambah hingga ke pojok desa.
Wakil Bupati Solok, H. Candra mengingatkan para pelajar akan bahaya laten penyakit masyarakat, termasuk penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas yang dapat berdampak panjang terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda.
Ia mencontohkan kasus penyakit menular seperti HIV/Aids yang memiliki masa inkubasi panjang sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih parah. HIV Aids dipicu hubungan seks bebas, penggunaan jarum suntik tertular dan lainnya.
βKetika seseorang masih muda dan memiliki daya tahan tubuh yang baik, penyakit itu bisa tidak langsung terlihat dampaknya. Namun ketika sudah memasuki fase berat, kondisi tersebut bisa berujung fatal,β ungkapnya saat sosialisasi di MTsN 3 Solok, Senin (6/4/2026).
Belajar dari berbagai kasus penyalahgunaan narkoba, banyak diantaranya yang terjebak dalam lingkaran setan. Awalnya coba-coba, kemudian kecanduan dan ketergantungan. Apa saja dilakukan demi mendapatkan narkoba.
Untuk itu, perlu langkah pencegahan serius bagi generasi muda agar terjauh dari narkoba dan pergaulan bebas. Peran tidak hanya pada pemerintah, namun orang tua dan juga lingkungan masyarakat.
Lebih lanjut, Wabup Candra juga menekankan pentingnya peran regulasi di tingkat nagari dalam menjaga ketertiban dan moral masyarakat. Ia mengangkat contoh keberhasilan Nagari Paninggahan yang konsisten menerapkan aturan larangan hiburan malam selama lebih dari dua dekade.
βSebelum aturan itu diterapkan, hampir setiap pekan terjadi konflik antar warga. Namun setelah ada larangan orgen tunggal malam hari, kondisi menjadi jauh lebih kondusif,β jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok tidak akan mentolerir kegiatan yang melanggar norma dan aturan, seperti hiburan tanpa izin yang berpotensi menimbulkan perilaku menyimpang.






