Solok, Klikpositif – Capaian pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Solok masih terbilang rendah. Kabupaten Solok bahkan berada di peringkat lima terbawah dalam realisasi vaksin di Provinsi Sumatra Barat.
Menurut Penjabat Sekda Kabupaten Solok, Medison, salah satu kendala yakni sulitnya mengidentifikasi kelompok sasaran yang belum melaksanakan vaksinasi Covid-19.
Untuk mengejar ketertinggalan itu, Bupati Solok bahkan harus mengeluarkan instruksi agar seluruh ASN dan THL termasuk pegawai kecamatan dan wali nagari untuk mendorong percepatan vaksinasi sampai akhir Oktober 2021.
“Pelayanan vaksinasi tetap dilakukan di 19 puskesmas dan RSUD Arosuka setiap hari dan jangan sampai adalagi kekosongan vaksin,” tegas Medison.
Menurutnya, seluruh OPD dan stakeholder harus bekerja keras untuk melaksanakan sosialisasi terhadap masyarakat akan pentingnya vaksinasi Covid-19, karena masih banyak masyarakat yang enggan divaksin lantaran takut.
“Sosialisasi harus dilakukan secara berkelanjutan terhadap masyarakat, jangan sampai masyarakat termakan informasi hoaks tentang dampak vaksin. Vaksin salah satu ikhtiar untuk menciptakan herd immunity,” jelasnya.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, hingga 13 Oktober 2021, cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama baru mencapai lebih kurang 19,50 persen atau 60.788 orang dari 311.810 target sasaran.
Sementara itu, untuk vaksin dosis kedua baru mencapai 6,08 persen. Kemudian, dosis ketiga baru di angka 0,19 persen. Secara keseluruhan, kelompok sasaran dengan pelaksanaan terendah ada pada lansia dan masyarakat umum.






