SOLSEL, KLIKPOSITIF – Jasman salah seorang anggota Kelompok Pecinta Alam (KPA) di Solok Selatan mengatakan harimau sempat menyeret anak sapi sejauh 20 meter kearah bukit dari lokasi diterkam pertama.
“Saya dapat informasi ada konflik satwa dari Sekretaris Nagari Lubuk Gadang Utara sekitar pukul 20.30 wib dan lansung menuju lokasi, setelah sampai di lokasi terlihat dari bekas yang ada anak sapi diseret sejauh 20 meter dari lokasi diterkam pertama”, kata Jasman sambil menunjukkan kondisi tersebut kepada tim Klikpositif yang datang ke lokasi.
Dia melanjutkan kondisi sapi saat ditemukan ada bekas taring di leher belakang dan bekas gigitan seta cakaran pada bagian tubuh lainnya. “Dari bekas yang ada sepertinya diterkam dari belakang”, katanya.
Dia menambahkan melihat kondisi yang ada pihaknya bersama beberapa orang lainnya mengevakuasi bangkai sapi tersebut untuk dikuburkan. “Dari yang saya pelajari, harimau, polanya memang seperti itu, diterkam diseret, ditinggalkan, kemudian didatangi kembali untuk dimakan, sehingga kami berinisiatif, untuk mengevakuasi dan menguburkan bangkai sapi tersebut”, katanya.
Seksi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Wilayah IV melalaui Warman mengatakan pihaknya datang ke lokasi untuk melakukan investasi dan mengumpulkan informasi. “Seharusnya sama pimpinan saya Pak David, tapi beliau ada rapat di balai sehingga saya yang datang kesini, karena kami termasuk satgas penanganan konflik satwa”, katanya.
Dia menambahkan pihaknya telah melaporkan peristiwa konflik satwa tersebut ke BKSDA untuk tindakan selanjutnya. “Siang ini BKSDA turun, nanti bagaimana tindakan selanjutnya kami sampaikan kembali”, katanya







