BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF – Unit vertical Kementerian Keuangan Bukittinggi yang terdiri dari KPKNL, KPP Pratama dan KPPN menggelar media gathering bersama wartawan, Rabu 8 Februari 2023.
Kegiatan itu dihadiri Kepala KPKNL Bukittinggi Hermawan Sukmajati, Kepala KPP Pratama Bukittinggi Rahmad Siswoyo, Kepala KPPN Khairil Indra dan 20 wartawan dari berbagai media.
Dalam kegiatan itu, masing-masing unit vertical dari Kementerian Keuangan itu memaparkan capaian pada 2022 maupun program strategis di 2023 ini.
Kepala KPKNL Bukittinggi, Hermawan Sukmajati mengatakan sebagai pengelola aset kekayaan negara, pada 2022 lalu pihaknya berhasil meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“2022 lalu kita berhasil merealisasikan PNBP dari pengelolaan kekayaan negara sebesar Rp 4,13 miliar dan PNBP lelang sebesar Rp 1,37 miliar,” jelas Hermawan.
Menurut dia, di 2023 ini, KPKNL menargetkan penerimaan PNBP sebesar Rp 3,5 miliar dari pengelolaan kekayaan negara dan Rp 2,8 miliar dari lelang.
Selain itu, Hermawan juga mengatakan sepanjang 2022, KPKNL telah berhasil mensertifikatkan 299 bidang tanah dan jumlah ini melebihi target yang sebesar 288.
“Pada 2023, KPKNL Bukittinggi mendapatkan amanah untuk dapat menerbitkan sertifikat tanah dari 225 bidang tanah. Salah satu BMN yang menjadi prioritas dalam pensertifikatan adalah aset sitaan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia,” kata Hermawan.
Tak hanya itu, kata dia, KPNKL juga berkomitmen mengangkat perekonomian masyarakat dengan meluncurkan program lelang online lewat portal Lelang.go.id.
Sementara, Kepala KPP Pratama Bukittinggi Rahmad Siswoyo menyebut sepanjang 2022 lalu, kantor pajak berhasil melampaui target penerimaan.
Kata dia, dari yang diamanahkan sebesar Rp 746,6 miliar, berhasil direalisasikan sebesar Rp 810,3 miliar atau tercapai 108,54 persen.
Program Pengungkapan Sukarela (PPS) yang merupakan salah satu cakupan pembaruan regulasi dalam reformasi perpajakan pada 2022, menyumbang setoran PPh sebesar Rp 28,3 miliar rupiah (dari 221 Wajib Pajak KPP Pratama Bukittinggi yang mengikuti PPS).
“Rencana Penerimaan Pajak di tahun 2023 ditargetkan sebesar 821,7 miliar atau meningkat sebesar 9,13% dari tahun 2022 sebelumnya. Dengan rincian PPh sebesar Rp 481,9 miliar, PPN sebesar Rp 287,4 miliar, PBB P3 sebesar Rp 28,2 miliar dan pajak lainnya sebesar Rp 24,4 miliar,” sebut Rahmad.
Sementara itu, untuk capaian kepatuhan atas penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi maupun Badan 2022 pada KPP Pratama Bukittinggi adalah sebesar 104,11%.
Terdapat 70.721 SPT Tahunan PPh yang masuk dari 67.927 SPT Tahunan PPh yang ditargetkan.
Tak jauh beda, Kepala KPPN Bukittinggi Luhak Nan Tigo, Khairil Indra Luhak Tigo juga optimis jika keadaan pada 2023 ini lebih baik dari tahun sebelumnya dan bertekad meningkatkan capaian.
(*)






