Sabtu, 07 Nov 2026 - 13:24 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Ekonomi

UMKM Bangkit Bersama Shopee di Tengah Pandemi

Pasar digital menjadi andalan bagi UMKM ditengah pandemi Covid-19. Kehadiran Shopee sebagai platform e-commerce dimanfaatkan pelaku usaha untuk tetap bertahan ditengah ketidakpastian ekonomi.

redaksi
Senin, 29 Nov 2021 | 07:30 WIB
Sasar pasar digital, Owner Kamuniang, Alfariqi Analdi manfaatkan aplikasi Shopee

Sasar pasar digital, Owner Kamuniang, Alfariqi Analdi manfaatkan aplikasi Shopee (Klikpositif)

Share on FacebookShare on Twitter

Klikpositif – Wabah Covid-19 memukul segala lini kehidupan masyarakat, melumpuhkan sektor ekonomi. Tidak sedikit Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terpaksa gulung tikar.

Beragam kebijakan dalam penanganan pandemi juga seakan mempersempit ruang pelaku usaha. Pembatasan mobilitas masyarakat ikut andil menyumbang terseoknya UMKM. Pasar konvensional semakin tertatih.

Secara global, dampak pandemi dirasakan pelaku UMKM di Indonesia dalam berbagai hal. Mulai dari akses permodalan, hingga distribusi bahan baku. Dampak yang lebih dirasakan pada segmen penjualan.

Dibalik goncangan pandemi, ternyata masih banyak pelaku UMKM yang tetap mampu bertahan, menjadi tulang punggung ekonomi. Pasar digital membuka asa pelaku usaha dalam dalam memasarkan produk.

Keunggulan pasar digital dalam masa pandemi, penjual dan pembeli tidak perlu kontak langsung. Cukup memesan dari rumah dan barang diantar. Pelanggan aman berbelanja, pelaku usaha tetap berdaya.

Kehadiran platform e-commerce di Indonesia salah satu tumpuan pelaku usaha. Hal itu ikut dirasakan Alfariqi Analdi, owner Kamuniang yang bergerak dalam usaha jual beli kaos dan bahan sablon.

Brand lokal yang mulai dikembangkan sejak tahun 2016 itu memang sempat merosot pada masa awal pandemi, omset yang awalnya puluhan juta per bulan, turun drastis hingga 70 persen.

“Memang pada awal-awal pandemi, usaha kita cukup terdampak, penurunan omzet sangat signifikan, bahkan sampai 70 persen,” kata Riqi saat ditemui Klikpositif, Jum'at (5/11/2021) di outlet Kamuniang, Kelurahan VI Suku, Kota Solok, Sumatra Barat.

Kondisi pemasaran yang tersendat membuat alumni Teknologi Informasi Unikom Bandung itu putar otak. Pasar konvensional dialihkan ke pasar digital. Platform e-commerce Shopee menjadi andalannya.

Brand Kamuniang yang digawangi Riqi tercatat aktif berjualan di Shopee sejak tahun 2019, setahun jelang merebaknya Covid-19. Awalnya memang tidak begitu konsen mengurus pasar di Shopee, tapi sejak pandemi, Shopee menjadi tumpuan untuk tetap bertahan.

Kendati belum begitu signifikan, Shopee sangat membantu usaha yang dilakoni Riqi. Dalam sebulan rata-rata transaksinya di Shopee mencapai 5-6 kali. Sangat membantu agar tetap eksis di masa pandemi.

Salah satu alasannya bergabung di Shopee, ongkos kirim yang sangat irit. Banyak voucer gratis ongkir yang bisa menjadi pilihan pembeli. Pelanggan bisa menghemat pengeluaran.

Baca Juga

Pelaku Usaha Kecil Menengah Kabupaten Solok Dibekali Pelatihan Akses Permodalan

Kamis, 5 Nov 2026 | 18:18 WIB

Kementerian UMKM Gandeng UNAND Bantu Pelaku Usaha Terdampak Bencana Bangkit

Jumat, 2 Okt 2026 | 21:40 WIB

“Baru kemarin ini kami mengirim baju ke Manado, ongkosnya cuman Rp20 ribu, kalau pakai pengiriman manual akan sangat mahal, kami terbantu dan pembeli juga tertolong,” tuturnya.

Platform Shopee yang memiliki puluhan juta pengguna semakin membuka ruang UMKM seperti kamuniang, tidak hanya bertahan saat pandemi tapi juga merambah pasar yang lebih luas lagi. Apalagi, brand lokal rata-rata berada di pelosok Indonesia.

Kendati mengangkat tema lokal, melalui Shope, pasar produk Kamuniang sudah merambah ke berbagai daerah di Indonesia. Selain ke Manado, pemesanan produk juga datang dari Makasar, Jambi dan daerah lainnya di Indonesia.

Dirinya berharap, Shoope semakin membuka ruang bagi pelaku UMKM agar bisa berkembang. Sejatinya, kata Riqi, produk lokal punya daya saing tinggi dengan produk dari luar.

“Kami pelaku usaha kecil sangat terbantu dengan kehadiran Shopee, bertahan dalam goncangan ekonomi disaat pandemi,” tutupnya.

Kehadiran Shopee juga dirasakan manfaatnya oleh Silvi Lestari, pemilik usaha Rendang Hj. Fatimah asal Kabupaten Solok. Nyaris sama dengan Kamuniang, omset usaha masakan khas Minang yang digelutinya juga terimbas.

Omzetnya turun hingga 50 persen dibandingkan tahun-tahun sebelum corona. Kendati demikian, Rendang Hj. Fatimah tetap bertahan, demi para pelanggannya.

“Omzet kita turun sekitar 50 persen, biasanya dalam satu minggu bisa memasarkan 50 kilogram rendang, sejak pandemi turun 25 kilogram per pekan,” terang Silvi.

Kondisi ini tetap disyukuri Silvi, beruntung, usahanya tidak sampai gulung tikar. Salah satu yang mendukung usahanya tetap bertahan yakni pasar digital, yang menjadi tumpuan pelaku usaha saat pandemi.

Shopee menjadi salah satu alternatif disamping medsos bagi Silvi dalam menjangkau pasar digital. Secara kualitas, produk Rendang Hj. Fatimah sudah mampu bersaing dengan produk-produk makanan lainnya.

Rendang Hj. Fatimah sudah dipacking dengan kaleng berstandar pangan nasional. Selain rasanya yang enak, rendang dijamin tahan lama. Secara harga, rendang Hj. Fatimah sangat terjangkau dibanding produk rendang lainnya.

Rendang isi 300 gram dibandrol dengan harga Rp 100 ribu, sedangkan isi 600 gram dijual dengan harga Rp 175 ribu dan untuk ukuran 1 kilogram cukup merogoh kocek senilai Rp 320 ribu.

Di luar wilayah Sumtra Barat, rendang Hj. Fatimah juga sudah merambah pasar nasional. Rata-rata, rendang karya UMKM asal Kabupaten Solok ini sudah keliling nusantara, mulai dari Jakarta, Medan, Bandung, Bangka Belitung, bahkan Papua.

Selain Medsos, pesanan luar daerah masuk melalui aplikasi Shopee. Usaha yang sudah digawanginya sejak 9 tahun silam itu, cukup terbantu dengan hadirnya Shopee.

“Pasar digital menjadi andalan bagi pelaku UMKM dalam masa pendemi untuk tetap bertahan, kalau bisa jangan sampai gulung tikar,” sebutnya.

Rendang Hj. Fatimah yang kini berganti nama menjadi Randang Minang Hj. Fatimah sudah aktif berjualan di Shopee sejak awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Shopee Berdayakan UMKM Lokal

Shopee sebagai salah satu e-commerce di Indonesia terus berupaya agar UMKM lokal memanfaatkan pasar digital untuk mengembangkan usahanya. Tidak hanya pasar nasional, produk UMKM punya peluang untuk merambah pasar internasional.

Di Indonesia, minat dan potensi transaksi sangat besar, begitu juga pasar internasional. Tidak tertutup kemungkinan produk UMKM lokal akan lebih bersaing di sejumlah negara Shopee yang ada di Asia Tenggara dan Taiwan.

Untuk mendukung produk lokal, tahun 2021 Shopee meluncurkan platform bertajuk Kreasi Nusantara, sebuah program yang didedikasikan untuk memajukan produk lokal dan menciptakan kemandirian digital UMKM Indonesia.

Melalui Kreasi Nusantara, lebih dari 43 juta pengguna Shopee serta masyarakat Indonesia dapat menemukan beragam produk hasil karya UMKM, dan semakin meningkatkan kecintaan masyarakat akan produk lokal.

Selain program Kreasi Nusantara, program Kampus Shopee yang diluncurkan juga diklaim telah menjangkau dan mengedukasi sekitar 30.000 penjual lokal di seluruh Indonesia untuk memperluas bisnis online mereka.

Saat ini, Shopee memiliki lebih dari 1,6 juta penjual yang telah bergabung. Dan 70 persen diantaranya merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah Indonesia.

Transaksi E-commerce Indonesia Naik Tajam

Bank Indonesia (BI) mencatat, transaksi e-commerce sepanjang tahun 2020 menyentuh angka Rp 253 triliun. Dibanding tahun sebelumnya, transaksi tumbuh 33,2 persen dimana transaksi tercatat di angka Rp 205,5 triliun.

Tahun 2021, Bank Indonesia memprediksi transaksi e-commerce di Indonesia ditaksir bakal menembus angka Rp 337 triliun.

Naiknya transaksi e-commerce merupakan imbas dari pandemi Covid-19. Banyak orang yang memilih belanja daring melalui e-commerce, ketimbang harus datang langsung ke toko.

Selain itu, kebijakan BI dengan pemerintah yang terus menggalakkan transaksi digital, juga menjadi faktor pendorong meningkatnya transaksi e-commerce.

BI memprediksi, transaksi uang elektronik akan meningkat 32,3 persen dari tahun sebelumnya di kisaran Rp 266 triliun. Tahun 2020, estimasi BI transaksi uang digital sebesar Rp 201 triliun.

Melihat potensi ini, Kementerian Perindustrian meminta percepatan program e-Smart IKM guna meningkatkan peluang transaksi daring (online).

Diharapkan, produk-produk IKM nasional memiliki kualitas yang bisa berdaya saing global, dengan memanfaatkan platform digital yang ada seperti e-commerce, website dan media sosial.

Program e-Smart IKM menjadi bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Gernas BBI merupakan sebuah gerakan bentuk dukungan terhadap industri/produk dalam negeri.

Sumbar Menuju Digitalisasi UMKM

Potensi pasar digital, terutama saat pandemi menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Percepatan digitalisasi UMKM terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Barat.

Setidaknya, saat ini ada lebih kurang 590 ribu UMKM di Sumatra Barat. Usaha yang dilakukan cukup beragam, mulai dari pakaian, kuliner, dan bermacam produk olahan serta kerajinan.

Amat disayangkan, belum semua pelaku UMKM melek terhadap pasar digital, masih mengandalkan pasar konvensional. Berjualan di toko-toko pasar, pusat perbelanjaan dan lainnya.

Padahal, dengan pasar digital jangkauan dari produk akan lebih luas. Tidak hanya lokal, maupun nasional namun juga berpeluang menyentuh konsumen dari berbagai negara. Selain itu, pasar konvensional terbatas, sementara pasar digital terbuka 24 jam dalam sehari.

Menurut Wakil Gubernur Sumatra Barat, Audy Joinaldy, pada era revolusi industri 4.0, teknologi digital menjadi kunci utama pertumbuhan ekonomi. Siapa yang menguasai teknologi, akan bertahan dalam ketatnya persaingan.

“Pelaku usaha dituntut memanfaatkan teknologi digital dalam promosi dan transaksi. Saat sekarang, segala sesuatunya sudah terhubung dengan internet,” paparnya saat talkshow digital marketing beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pandemi tidak hanya menjadi rintangan bagi pelaku UMKM, namun juga menghadirkan peluang. Bagaimana menggarap pasar digital untuk mengembangkan usaha.

Audy yang dikenal sebagai pengusaha peternakan ini mengajak seluruh pelaku UMKM lebih menyesuaikan diri dengan pola dan gaya belanja masyarakat kekinian. Berebut pasar di ujung jari.

“Kita prediksi, mungkin empat tahun ke depan seluruh lini bisnis sudah berbasis digital, dan pelaku UMKM di Sumbar harus mempersiapkan diri dari sekarang, jangan sampai kalah saing,” katanya.

literasi digital kepada masyarakat khususnya mengenai pemanfaatan teknologi digital marketing untuk meningkatkan penjualan produk/jasa harus dilakukan secara berkelanjutan.

Tags: ShopeeUmkmUmkm Sumbar

Berita Lainnya

Pelaku Usaha Kecil Menengah Kabupaten Solok Dibekali Pelatihan Akses Permodalan

Kamis, 5 Nov 2026 | 18:18 WIB

Kementerian UMKM Gandeng UNAND Bantu Pelaku Usaha Terdampak Bencana Bangkit

Jumat, 2 Okt 2026 | 21:40 WIB

Pegadaian Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Program GEMILANG

Jumat, 18 Sep 2026 | 13:19 WIB

Dulu Jualan dari Pintu ke Pintu, Kini Rendang Mizaki Langganan Tetap Masuk Ke Pintu Mancanegara Melalui Digital

Senin, 31 Agu 2026 | 21:21 WIB
Selanjutnya
Timnas Indonesia vs Antalyaspor

Banyak Merotasi Pemain Saat Timnas Indonesia Bantai Antalyaspor, Shin Tae-yong : Kami Harus Perbaiki Mental

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara