PADANG, KLIKPOSITIF β Suasana Komunitas Literasi Bukik Ase di Lolo, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, tampak lebih ramai dari biasanya pada Minggu (26/10/2025). Sekitar 60 murid sekolah dasar berkumpul dengan penuh antusias, menyimak kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang digelar oleh Tim Dosen dan Mahasiswa Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand).
Kegiatan ini mengusung tema βSosialisasi Mengenali Makanan Tidak Layak dan Wadah Makanan Aman (Food Grade) untuk Anak-Anakβ, sebuah isu yang dinilai penting di tengah meningkatnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar sekolah dasar.
Pentingnya Edukasi Soal Makanan Layak Konsumsi
Ketua tim pengabdian, Dr. Yevita Nurti, M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap rendahnya pengetahuan anak terkait makanan yang aman dan layak konsumsi. Terlebih, banyak anak yang menerima MBG cenderung memakan makanan tanpa mengecek kondisi fisiknya.
βKami melihat ada kesenjangan pengetahuan. Banyak anak belum bisa membedakan makanan yang masih segar, yang sudah tidak layak, atau yang diletakkan dalam wadah yang tidak memenuhi standar kesehatan,β ujar Yevita.
βPadahal, ini sangat penting, karena makanan basi atau wadah yang tidak aman dapat berdampak langsung pada kesehatan mereka.β
Selain Yevita, kegiatan ini juga diikuti oleh tim dosen dan mahasiswa lainnya seperti Drs. Edi Indrizal, M.Si, Drs. Afrida, M.Hum, Annisa Putri, S.TP., M.T, Annisa Almira, S.Ikom, Rifalna Ravi Afdal, S.Sos, Fajrina Amalia, serta Syifa Alifah.
Pengenalan Makanan Sehat dan Wadah SUS 304
Melalui gambar-gambar bahan makanan dan contoh makanan yang sudah diolah, tim menjelaskan ciri-ciri makanan yang tidak lagi layak dikonsumsiβmulai dari perubahan warna, aroma, tekstur, hingga tanda-tanda kontaminasi.
Tim juga memperkenalkan jenis wadah makan yang aman atau food grade, terutama yang memiliki kode SUS 304, standar yang umum digunakan untuk wadah makanan sehat.
βBanyak anak belum tahu bahwa tidak semua kotak bekal itu aman. Ada bahan yang berpotensi melepaskan zat berbahaya. Karena itu kami memperagakan langsung jenis wadah yang memenuhi standar food grade,β jelas Yevita.
Bang KW: βKegiatan Ini Sangat Dibutuhkan Anak-Anakβ
Pengabdian ini disambut baik oleh Yusrizal, atau lebih dikenal sebagai Bang KW, salah satu tokoh pembina Bukik Ase yang aktif membina anak-anak di kawasan tersebut.
βKami merasa kegiatan seperti ini benar-benar dibutuhkan. Anak-anak di sini menerima MBG setiap hari, tetapi mereka belum tahu cara mengenali makanan basi atau wadah yang tidak aman,β ujar Bang KW.
βKami berharap kegiatan pengabdian seperti ini bisa terus berlanjut setiap tahun. Dampaknya sangat besar bagi kesehatan dan kebiasaan anak-anak ke depan.β
Sentimen senada disampaikan oleh Suardi Z. Datuak Garang, Pembina Bukik Ase sekaligus Ketua LKAAM Kota Padang.
Suasana Interaktif: Kuis dan Hadiah untuk Anak-Anak
Untuk memastikan materi dapat dipahami dengan baik, tim memberikan pertanyaan interaktif di akhir sesi. Anak yang berhasil menjawab dengan tepat diberikan bingkisan sebagai bentuk apresiasi. Sebanyak 60 anak juga mendapatkan alat tulis untuk mendukung kegiatan belajar mereka.
Suasana pun berlangsung meriah. Anak-anak berebut mengangkat tangan, menunjukkan antusiasme mereka terhadap materi yang disampaikan.
Harapan untuk Pengabdian Berkelanjutan
Menutup kegiatan, Tim Pengabdian Masyarakat Unand menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya acara tersebut.
βKami sangat berterima kasih kepada Bukik Ase dan para pembinanya yang telah membuka ruang bagi kami. Semoga edukasi ini menjadi pengetahuan yang bermanfaat dan bisa diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari,β tutup Yevita.
Kegiatan ini menegaskan peran penting kampus dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui pendekatan langsung, edukatif, dan menyentuh kelompok paling rentan: anak-anak.






