KLIKPOSITIF — Kesepian tidak selalu berarti seseorang tidak memiliki teman. Perasaan tersebut dapat muncul karena kurangnya hubungan sosial dan teman untuk berbagi, tetapi juga bisa dirasakan seseorang yang sebenarnya dikelilingi keluarga, teman, atau orang lain.
Dalam jangka panjang, kesepian dapat berdampak pada kesehatan. Kondisi ini dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner, stroke, depresi, tekanan darah tinggi, penurunan kemampuan berpikir, hingga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Dalam kondisi tertentu, kesepian juga dikaitkan dengan risiko kematian lebih dini.
Karena itu, membangun hubungan sosial dan memperluas jaringan pertemanan dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi rasa kesepian. Namun, langkah tersebut tidak selalu mudah, terutama bagi orang yang memasuki usia lebih dewasa ketika kelompok pertemanan biasanya sudah terbentuk.
Berikut tiga cara yang dapat dilakukan untuk membangun hubungan sosial dan mengurangi kesepian.
1. Temukan orang dengan minat yang sama
Berkumpul dengan orang yang memiliki minat serupa dapat menjadi langkah awal yang lebih mudah untuk membangun pertemanan. Kesamaan minat memberikan topik pembicaraan sekaligus alasan untuk bertemu secara rutin.
Seseorang dapat memulainya dengan mengidentifikasi kegiatan yang disukai. Misalnya membaca buku, sejarah, film, berkebun, memasak, olahraga, mengoleksi barang, merawat hewan, hingga kegiatan sosial dan lingkungan.
Kelompok daring, klub komunitas, kegiatan sukarela, maupun kelas keterampilan dapat menjadi tempat untuk bertemu orang-orang dengan ketertarikan yang sama. Mereka yang ingin mempelajari sesuatu yang baru, seperti memasak atau bahasa asing, juga dapat memanfaatkan kelas sebagai ruang untuk memperluas jaringan sosial.
Setelah bergabung, keterlibatan secara rutin menjadi penting untuk membangun kedekatan. Pertemuan secara langsung juga dapat memberikan pengalaman interaksi yang lebih kaya dibandingkan sekadar berkomunikasi melalui layar.
2. Ciptakan kesempatan untuk berkumpul
Bagi orang yang tidak nyaman bergabung dengan kelompok yang sudah ada, alternatifnya adalah menciptakan kelompok sendiri.
Pertemuan dapat dilakukan secara rutin, misalnya mingguan atau bulanan. Kegiatannya tidak harus rumit. Beberapa pilihan antara lain klub buku, makan bersama, malam permainan, jalan kaki, mendaki, bersepeda, mengamati burung, meditasi, mengunjungi museum, memasak, membuat kerajinan, hingga perjalanan singkat ke kota sekitar.
Orang yang diundang juga tidak harus merupakan sahabat dekat. Tetangga, rekan kerja, atau orang yang baru dikenal tetapi ingin lebih dekat dapat menjadi bagian dari kelompok tersebut.
Jika banyak yang tertarik, jadwal pertemuan sebaiknya segera ditentukan. Tanpa kepastian waktu, rencana berkumpul berisiko hanya berhenti sebagai pembicaraan.
3. Latih kembali keterampilan bersosialisasi
Keterampilan sosial juga berperan dalam membangun hubungan yang lebih dekat. Setelah lama berada dalam rutinitas, seseorang terkadang perlu kembali melatih kemampuan berinteraksi dengan orang lain.
Salah satu langkah sederhana adalah lebih sering tersenyum. Senyuman dapat menjadi sinyal bahwa seseorang terbuka dan bersedia berinteraksi.
Ketika berada dalam sebuah pertemuan, menyiapkan beberapa topik pembicaraan atau pertanyaan juga dapat membantu. Pertanyaan sederhana mengenai kegiatan yang sedang diikuti, minat seseorang, atau hal menarik yang dikenakannya bisa menjadi pembuka percakapan.
Kemampuan mendengarkan tidak kalah penting. Memberikan perhatian ketika orang lain berbicara, melakukan kontak mata, mengangguk, atau memberikan respons singkat dapat menunjukkan bahwa percakapan tersebut dihargai.
Pertanyaan lanjutan juga dapat membantu percakapan berkembang. Ketika seseorang menceritakan sesuatu yang menarik, menunjukkan ketertarikan dan meminta mereka bercerita lebih jauh dapat membuka kesempatan untuk mengenal satu sama lain dengan lebih baik.






