KLIKPOSITIF – Orang Minang atau keturunan Minang hari ini tak hanya dikenal sebagai orang perantau, namun juga berhasil dalam berbagi industri yang ada di Indonesia, bahkan dunia.
Salah satunya yakni industri start up yang semakin banyak hadir di Indonesia saat ini. Berdasarkan data Startup Ranking per 14 Juni 2023 yang menunjukkan, ada 2.483 startup di Indonesia dan beberapa diantaranya didirikan oleh anak muda Minang atau keturunan Minang. Lalu siapa saja mereka. Simak penjelasan berikut.
1. Nadiem Makarim
Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A lahir 4 Juli 1984. Sebelum menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia, Ia merupakan pendiri Gojek, sebuah perusahaan transportasi dan penyedia jasa berbasis daring yang beroperasi di Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara seperti Singapura, Vietnam, dan Thailand.
Nadiem sendiri merupakan putra dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri. Nadiem memiliki latar belakang yang beragam. Dari ayahnya ia merupakan keturunan Arab-Minang, sedangkan dari ibunya campuran Arab-Jawa-Madura. Ayahnya adalah seorang aktivis dan pengacara terkemuka, sedangkan ibunya merupakan penulis lepas, putri dari Hamid Algadri, salah seorang perintis kemerdekaan Indonesia.
Kakek Nadiem Makarim adalah Drs. Anwar Makarim adalah seorang notaris dan wartawan Indonesia. Ia membuka praktik notaris di Jakarta. Ia lahir di Padang dari ayah bernama Syekh Salim Karim, seorang Arab, dan ibu bernama Rika Gamaria, seorang pribumi.
Nadiem menjalani proses pendidikan dasar hingga SMA berpindah-pindah dari Jakarta ke Singapura. Sehabis menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Singapura, pada tahun 2002 ia mengambil jurusan Hubungan Internasional di Universitas Brown, Amerika Serikat. Setelah memperoleh gelar sarjana pada tahun 2006, tiga tahun kemudian ia mengambil pascasarjana dan meraih gelar Master of Business Administration di Harvard Business School.
2. Iman Usman
Muhamad Iman Usman, S.Sos., M.A., Ed.M. lahir di Padang, 21 Desember 1991 adalah seorang pengusaha, penulis, investor dan pembicara publik. Ia juga dikenal sebagai Duta Muda ASEAN untuk Indonesia dan pendiri Indonesian Future Leaders, sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada pemberdayaan pemuda di Indonesia. Saat ini, ia aktif memimpin perusahan startup di bidang pendidikan dan teknologi, Ruangguru.
Usai menamatkan gelar sarjananya dari Universitas Indonesia, pada tahun 2013, Iman melanjutkan studi pascasarjana di Teachers College of Columbia University, di New York, Amerika Serikat, dengan beasiswa penuh sebagai Riady Scholar.
Iman menamatkan studinya hanya dalam waktu 1 tahun dan lulus dengan IPK, 3.90 dan bergelarkan Master of Arts dalam International Education Development. Lalu, pada tahun 2020, Iman memutuskan untuk kembali ke Amerika Serikat dan menjalani pertukaran pelajar di Massachusetts Institute of Technology. Sembari itu, Iman juga melanjutkan program S2 di Harvard Graduate School of Education. Setamatnya dari program tersebut, Iman meraih gelar Master of Education in Specialized Studies Program konsentrasi Education Leadership.
Minatnya dalam dunia edukasi memotivasi Iman untuk berkontribusi langsung dalam mentransformasi pendidikan di Indonesia. Seusai studi pascasarjanya di Teacher College of Columbia University, pada tahun 2014, Iman bersama Belva Delvara mulai merintis Ruangguru. Ia sempat menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO).
Lalu pada 2016, posisinya berubah menjadi Chief of Product and Partnership dan sejak tahun 2020, Iman telah menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) sekaligus Co-Founder Ruangguru. Saat ini, ia mengawasi dan memimpin seluruh operasi perusahaan, termasuk: pertumbuhan & pemasaran, pengembangan produk, kemitraan strategis, hubungan pemerintah, dan ekspansi internasional.
3. Feryy Unardi
Ferry Unardi lahir 16 Januari 1988, merupakan seorang pengusaha Indonesia yang juga merupakan pendiri situs web Traveloka.
Ferry memulai debutnya di industri e-ticketing pada usia 23 tahun atau pada 2012 silam. Ia dan beberapa rekan sesama engineer mengembangkan sendiri sistem penjualan tiket pesawat, kereta api, serta integrasi dengan pihak ketiga.
Pada awal launching, Ferry mengaku sama sekali tidak ada maskapai yang bekerja sama dengannya. Namun, seiring dengan kemajuan traffic website-nya, maskapai-maskapai tersebut mulai melirik, dan bekerja sama di mana setiap transaksi diberikan share profit sebesar 5 persen.
Traveloka adalah perusahaan yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring dengan fokus perjalanan domestik di Indonesia. Didirikan pada tahun 2012 oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang.
Traveloka yang merupakan salah satu perusahaan rintisan (startup) berstatus unicorn asal Indonesia ini mengembangkan layanannya pada pemesanan tiket kereta api, bus, penyewaan mobil, hingga aktivitas wisata.
Sejak tahun 2015, Traveloka mulai berekspansi ke sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina. Ide ini muncul disaat Ferry Unardi sering mengalami kesulitan dalam pemesanan pesawat, terutama disaat dia ingin pulang ke Padang, Indonesia, dari Amerika Serikat.





