PESSEL, KLIKPOSITIF– Masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat mendesak pemerintah kabupaten setempat serius mengurus dilanjutkan relokasi gedung RSUD M. Zein Painan.
Syafri, (56) salah seorang masyarakat mengatakan, terhentinya pembangunan gedung baru rumah sakit itu adalah kerugian lebih besar bagi Pessel, karena progresnya sudah lebih 70 persen.
“Apalagi pembangunan telah menelan biaya miliar. Jadi jika tidak dilanjutkan akan menjadi kesia-sian,” ungkapnya di Painan, Kamis 9 Desember 2021.
Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan pada 2014 memulai kegiatan pembangunan relokasi gedung RSUD M. Zen di Bukit Kabun Taranak. Namun, kegiatan pembangunan terhenti pada 2016.
Pembangunan dihentikan pada masa periode Bupati sebelumnya, Hendrajoni. Ia tidak melanjutkan pembangunan itu, karena dinilai banyak masalah dan tidak memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Kegiatan pembangunan dibiayai melalui pinjaman daerah pada Pusat Investasi Pemerintah (PIP) senilai Rp 99 miliar. Hingga kini, besaran dana itu telah terserap sekitar Rp32 miliar.
Pinjaman didasari Perda nomor 3 tahun 2014 tentang Pinjaman Pemerintah Daerah tahun 2014 ke PIP. Rinciannya, Rp 96 miliar digunakan untuk pembuatan gedung dan sisanya Rp3 miliar guna melengkapi peralatan kesehatan RSUD.
Sementara fisik bangunan sudah lebih dari 70 persen atau melebihi dari tahapan yang sudah dibayarkan pada kontraktor.
Seharusnya, lanjut Syafri, jika tidak ada kebijakan penghentian, tentu rumah sakit itu sudah bisa dimanfaatkan dan masyarakat sudah bisa menikmati dengan mendapatkan sarana yang memadai.
Pemerintah kabupaten-pun sebelumnya juga telah menyiapkan akses jalan sepanjang 3 Kilometer menuju rumah sakit. Namun kini, gedung puluhan miliar itu terbengkalai tanpa ada kejelasan.
Selain itu, kata Syafri daerah pun kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih besar dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu. Bahkan dari sisi bisnis, RSUD M. Zekn punya pasar cukup potensial.
“Jadi, jika memang ada kesalahan dalam kegiatannya, perbaikan tidak harus menghentikan pembangunan, namun cukup memperbaiki yang salah,” jelasnya.
Suarman, (53), salah seorang warga lainnya juga mendesak pemerintah kabupaten agar segera menyelesaikan bengkalai gedung tersebut. Pesisir Selatan sudah seharusnya memiliki rumah sakit yang lebih baik, mulai dari sisi pelayanan hingga lokasi.
Ia menilai, keberadaan RSUD M. Zen saat ini sudah tidak sesuai dengan perkembangan Painan sebagai pusat pemukiman dan perkantoran. Pengelolaan limbahnya menjadi tidak efektif, karena saat ini berada di kawasan padat penduduk.
Apalagi, untuk jangka panjang relokasi memang suatu kebutuhan sebagai antisipasi macet seiring padatnya lalu lintas di Kota Painan. Bahkan, kini arus keluar masuk ambulance mulai tersendat pada jam tertentu.
Lebih dari itu, keberadaan rumah sakit di Kabun Taranak sekaligus guna menghindari ancaman tsunami. Sebab, Pesisir Selatan berada di jalur patahan Sumatera, sehingga rentan dengan ancaman tsunami.
Namun pada prinsipnya, tegas Suarman, pembangunan tidak boleh terhenti. Akan tetapi, harus berkelanjutan. “Jadi, biar tidak ada kesia-siaan, sebaiknya pembangunan dilanjutkan kembali,” ujarnya.






