Senin, 31 Agu 2026 - 23:52 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Terbengkalai Sejak 2016, Masyarakat Berharap Pembangunan Gedung Baru RSUD M. Zein Dilanjutkan

Masyarakat Pessel Desak Pemkab Serius Urus Kelanjuta

redaksi
Kamis, 9 Des 2021 | 11:22 WIB
Gedung baru RSUD Painan yang terbangkalai

Gedung baru RSUD Painan yang terbangkalai (istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

PESSEL, KLIKPOSITIF– Masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat mendesak pemerintah kabupaten setempat serius mengurus dilanjutkan relokasi gedung RSUD M. Zein Painan.

Syafri, (56) salah seorang masyarakat mengatakan, terhentinya pembangunan gedung baru rumah sakit itu adalah kerugian lebih besar bagi Pessel, karena progresnya sudah lebih 70 persen.

“Apalagi pembangunan telah menelan biaya miliar. Jadi jika tidak dilanjutkan akan menjadi kesia-sian,” ungkapnya di Painan, Kamis 9 Desember 2021.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan pada 2014 memulai kegiatan pembangunan relokasi gedung RSUD M. Zen di Bukit Kabun Taranak. Namun, kegiatan pembangunan terhenti pada 2016.

Pembangunan dihentikan pada masa periode Bupati sebelumnya, Hendrajoni. Ia tidak melanjutkan pembangunan itu, karena dinilai banyak masalah dan tidak memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Kegiatan pembangunan dibiayai melalui pinjaman daerah pada Pusat Investasi Pemerintah (PIP) senilai Rp 99 miliar. Hingga kini, besaran dana itu telah terserap sekitar Rp32 miliar.

Pinjaman didasari Perda nomor 3 tahun 2014 tentang Pinjaman Pemerintah Daerah tahun 2014 ke PIP. Rinciannya, Rp 96 miliar digunakan untuk pembuatan gedung dan sisanya Rp3 miliar guna melengkapi peralatan kesehatan RSUD.

Sementara fisik bangunan sudah lebih dari 70 persen atau melebihi dari tahapan yang sudah dibayarkan pada kontraktor.

Seharusnya, lanjut Syafri, jika tidak ada kebijakan penghentian, tentu rumah sakit itu sudah bisa dimanfaatkan dan masyarakat sudah bisa menikmati dengan mendapatkan sarana yang memadai.

Baca Juga

Pengusaha Dapur MBG di Pessel Laporkan Rekan Bisnis ke Polisi, Klaim Rugi Rp1 Miliar

Selasa, 23 Jun 2026 | 12:29 WIB
Bank Nagari

Dorong Digitalisasi Keuangan, Pemkab Pessel Gandeng Bank Nagari

Senin, 4 Mei 2026 | 00:47 WIB

Pemerintah kabupaten-pun sebelumnya juga telah menyiapkan akses jalan sepanjang 3 Kilometer menuju rumah sakit. Namun kini, gedung puluhan miliar itu terbengkalai tanpa ada kejelasan.

Selain itu, kata Syafri daerah pun kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih besar dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu. Bahkan dari sisi bisnis, RSUD M. Zekn punya pasar cukup potensial.

“Jadi, jika memang ada kesalahan dalam kegiatannya, perbaikan tidak harus menghentikan pembangunan, namun cukup memperbaiki yang salah,” jelasnya.

Suarman, (53), salah seorang warga lainnya juga mendesak pemerintah kabupaten agar segera menyelesaikan bengkalai gedung tersebut. Pesisir Selatan sudah seharusnya memiliki rumah sakit yang lebih baik, mulai dari sisi pelayanan hingga lokasi.

Ia menilai, keberadaan RSUD M. Zen saat ini sudah tidak sesuai dengan perkembangan Painan sebagai pusat pemukiman dan perkantoran. Pengelolaan limbahnya menjadi tidak efektif, karena saat ini berada di kawasan padat penduduk.

Apalagi, untuk jangka panjang relokasi memang suatu kebutuhan sebagai antisipasi macet seiring padatnya lalu lintas di Kota Painan. Bahkan, kini arus keluar masuk ambulance mulai tersendat pada jam tertentu.

Lebih dari itu, keberadaan rumah sakit di Kabun Taranak sekaligus guna menghindari ancaman tsunami. Sebab, Pesisir Selatan berada di jalur patahan Sumatera, sehingga rentan dengan ancaman tsunami.

Namun pada prinsipnya, tegas Suarman, pembangunan tidak boleh terhenti. Akan tetapi, harus berkelanjutan. “Jadi, biar tidak ada kesia-siaan, sebaiknya pembangunan dilanjutkan kembali,” ujarnya.

Tags: daerahPesselRsud PainanRumah Sakit

Berita Lainnya

Pengusaha Dapur MBG di Pessel Laporkan Rekan Bisnis ke Polisi, Klaim Rugi Rp1 Miliar

Selasa, 23 Jun 2026 | 12:29 WIB
Bank Nagari

Dorong Digitalisasi Keuangan, Pemkab Pessel Gandeng Bank Nagari

Senin, 4 Mei 2026 | 00:47 WIB

Rakor di Pesisir Selatan, Sekdaprov Sumbar Dorong Hilirisasi Produk Unggulan Daerah

Senin, 16 Mar 2026 | 23:45 WIB

Gempa 4,2 Guncang Pesisir Selatan, Getarannya Terasa Hingga Padang

Kamis, 22 Jan 2026 | 09:48 WIB
Selanjutnya
DPRD Tanggapi Enam Ranperda Usulan Pemkab Dharmasraya

DPRD Tanggapi Enam Ranperda Usulan Pemkab Dharmasraya

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara