SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (UNAND) periode II tahun 2025 menggelar Workshop Pengembangan UMKM Tenun di Aula Kantor Desa Silungkang Tigo, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Senin (11/8/2025).
Kegiatan ini merupakan program kerja kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam rangka mendukung digitalisasi usaha pengrajin tenun lokal. Pelatihan difokuskan pada tiga materi utama: perencanaan bisnis digital, pembuatan konten persuasif, dan pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Workshop ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat Terintegrasi dengan Kegiatan Mahasiswa (PKM-TKM) yang mendapatkan hibah pendanaan dari Universitas Andalas, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Revi Marta, M.I.Kom. Sebanyak 12 pelaku UMKM Tenun, termasuk pengrajin tradisional seperti Fera Songket, mengikuti kegiatan ini.
Mayoritas peserta sebelumnya belum memanfaatkan media sosial atau platform daring seperti Instagram, TikTok, Facebook, maupun Shopee untuk memasarkan produk mereka. โSelama ini kami masih mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut. Dengan pelatihan ini, kami jadi tahu bagaimana cara membuat konten menarik di media sosial,โ ungkap salah satu peserta.
Materi Digital Business Plan dibawakan oleh Annisa Yulia Putri (Ekonomi Pembangunan) dan Zikra Fairuziyah (Hukum); materi konten persuasif disampaikan Naufal Fathi Ashari (Kedokteran) dan Muhammad Habib Huzaihfa (Sastra Minangkabau); sementara edukasi HKI disampaikan Farid Gusnadi (Hukum).
Selain teori, peserta mempraktikkan pembuatan akun Instagram bisnis, merancang konten visual, dan menulis caption yang menarik konsumen. โPendekatan praktik ini memberi pengalaman langsung bagi pengrajin untuk memahami strategi pemasaran digital yang efektif,โ kata Revi Marta.
Kepala Desa Silungkang Tigo, Nelly Effita, S.Pd, mengapresiasi inisiatif tersebut. โUMKM adalah tulang punggung ekonomi mikro, dan tenun Silungkang adalah warisan budaya yang harus terus hidup. Workshop ini menjadi angin segar bagi pengrajin untuk berkembang di era digital,โ ujarnya.
Pendampingan ini tidak berhenti pada pelatihan satu hari. Tim KKN UNAND telah menyiapkan program lanjutan bagi UMKM, mulai dari strategi pemasaran digital hingga bantuan pendaftaran hak cipta merek atau logo. โKami ingin tenun Silungkang tidak hanya bertahan, tetapi juga menembus pasar nasional bahkan internasional,โ tutup Revi Marta.






