Senin, 31 Agu 2026 - 23:36 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Tekan Angka Stunting di Sumbar, BKKBN Bersama Anggota DPR RI Gencarkan Sosialisasi dan Edukasi di Tanah Datar

Joni A. K.
Sabtu, 6 Agu 2022 | 22:37 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

TANAH DATAR, KLIKPOSITIF- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Komisi IX DPR RI melakukan sosialisasi dan advokasi penanganan stunting di Kecamatan Lintau Buo Utara, Tanah Datar.

Menurut Koordinator Pengendalian Penduduk (Dalduk) BKKBN Sumatera Barat Desra, meskipun angka stunting di Sumbar 21,1 persen sudah berada di bawah nasional 24,4 persen namun masih banyak pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan secara bersama.

“Tahun 2024 angka stunting secara nasional harus mencapai 14 persen, sementara Pemprov Sumbar menargetkan zero new stunting 2023,” ungkapnya saat Sosialisasi dan KIE penanganan stunting di Nagari Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, Sabtu (6/8).

Tentunya hal itu menjadi tanggungjawab bersama pemerintah, dan semua lintas sektor, semua pemegang kebijakan agar sama-sama mencari solusi bagaimana menekan angka stunting di Sumbar.

“Salah satunya sosialisasi harus digencarkan mulai dari arti pentingnya hidup sehat guna mencegah bayi stunting,” ucap Desra.

Ia juga menilai sosialisasi yang terus menerus terutama dikalangan generasi muda dan calon pengantin menjadi salah satu cara untuk menekan angka stunting.

β€œSosialisasi juga dilakukan lewat posyandu, PKK dan elemen lainnya yang melibatkan ibu dan remaja,” tegasnya.

Desra menyampaikan penurunan angka stunting harus lintas sektoral dan melibatkan seluruh pihak.

Ia juga menyampaikan BKKBN Sumbar telah memiliki data stunting untuk dilakukan penanganan melalui pemetaan intervensi konvergensi bagi keluarga berisiko.

β€œKita sudah siapkan data sehingga bisa diintervensi sesuai indikator misalnya keluarga ini rumahnya tidak layak huni maka dinas terkait bisa intervensi dengan menyediakan hunian yang layak,” tuturnya.

Baca Juga

Banyak Peluang Kerja di Luar Negeri, Ini Penjelasan Irma Suryani

Selasa, 11 Nov 2025 | 21:09 WIB
Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya

DPR RI Soroti Masalah HAM di Sumbar, Mulai dari Konflik Agraria Hingga Kekerasan Seksual

Jumat, 11 Apr 2025 | 17:52 WIB

BKKBN dipercayai oleh Presiden Jokowi untuk menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada 2024. Menindaklanjuti itu, pihaknya telah membentuk Satgas Percepatan Penurunan Stunting dan melakukan beberapa aksi nyata.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi IX Darul Siska menyebut penanganan stunting harus diatasi dengan cepat karena ada banyak resiko yang akan dihadapi anak-anak kelak.

“Pertama untuk mencegah generasi ke depan yang lemah otak, lemah fisik, dan lemah iman,” tutur Darul.

Kemudian yang kedua, agar generasi penerus mampu mengelola kekayaan sumberdaya alam yang melimpah di negeri ini.

Ia menyampaikan berbagai faktor penyebab terjadinya stunting yang harus diketahui masyarakat. Selain perilaku pascakelahiran serta kultur yang selama ini terjadi, air dan sanitasi juga harus diperhatikan.

β€œKita juga harus mencegah terjadinya pernikahan dini yang saat ini masih cukup tinggi. Padahal itu sangat berisiko terjadinya stunting,” jelasnya.

Legislator dari Fraksi Golkar ini menyampaikan kesadaran masyarakat salah satu kunci dalam menurunkan angka stunting di Indonesia, termasuk di Sumatera Barat.

β€œPemerintah sedang bekerja untuk menurunkan angka stunting menjadi 14 persen sampai 2024. Maka dari itu kesadaran masyarakat jadi kunci menurunkan stunting,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas PMDPPKB Tanah Datar Nofenril, Camat LBU Arief Gani, Wali Nagari Batu Bulek Andi Musdar, Kader KB dan undangan. Kegiatan juga diakhiri dengan pembagian door prize bagi peserta yang beruntung.

Tags: angka stuntingBkkkn SumbarDpr RiPencegahan stuntingStunting Sumatra Barat

Berita Lainnya

Banyak Peluang Kerja di Luar Negeri, Ini Penjelasan Irma Suryani

Selasa, 11 Nov 2025 | 21:09 WIB
Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya

DPR RI Soroti Masalah HAM di Sumbar, Mulai dari Konflik Agraria Hingga Kekerasan Seksual

Jumat, 11 Apr 2025 | 17:52 WIB

DPR RI Kecam Insiden Penembakan PMI Oleh Otoritas Malaysia

Selasa, 28 Jan 2025 | 17:11 WIB
Rahmad Faisandri, perantau asal Sumbar yang ditemukan meninggal dunia di Jakarta

Begini Kasus Rahmad Faisandri, Perantau Asal Sumbar yang Kematiannya Menyita Perhatian DPR RI

Selasa, 28 Jan 2025 | 10:59 WIB
Selanjutnya

Pemko Padang Panjang Segera Bentuk BLUD

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Β© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara