Minggu, 15 Feb 2026 - 04:24 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Ekonomi Bisnis

Tarif PPN Naik Mulai Bulan Depan, Menkeu: Masih Dibawah Rata-rata Dunia

Eko Fajri
Selasa, 22 Mar 2022 | 16:32 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Tarif PPN  (Pajak Pertambahan Nilai) mulai bulan depan atau 1 April 2022 naik menjadi 11 persen, sesuai dengan Undang-Undang tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, kenaikan tarif PPN jadi 11 persen masih berada di bawah rata-rata PPN dunia.

“Kalau rata-rata PPN di seluruh dunia itu ada di 15 persen, kalau kita lihat negara OECD dan yang lain-lain, Indonesia ada di 10 persen,” kata Sri Mulyani.

Ia menambahkan, kita naikkan jadi 11 dan nanti 12 persen pada tahun 2025.

Menkeu memahami jika saat ini perhatian masyarakat dan dunia usaha tengah fokus pada pemulihan ekonomi. Namun, hal ini tidak menghalangi Pemerintah untuk membangun pondasi perpajakan yang kuat.

“Terlebih selama masa pandemi APBN menjadi instrumen yang bekerja luar biasa, sehingga perlu untuk segera penyehatan,” tegasnya

Baca Juga

BPS Catat Lemahnya Daya Beli Petani Akibat Perubahan Harga di Tingkat Produsen

Kamis, 5 Feb 2026 | 16:19 WIB

Ekonomi Sumbar Tumbuh 3,37 Persen Sepanjang 2025, Laju Pertumbuhannya Melambat dari 2024

Kamis, 5 Feb 2026 | 15:45 WIB

“Jadi kita lihat mana-mana yang masih bisa space-nya Indonesia setara dengan region atau negara-negara OECD atau negara-negara dunia,” ujarnya.

Menkeu menekankan, pajak merupakan gotong royong dari sisi ekonomi Indonesia dari yang relatif mampu.

Hal ini karena pajak yang terkumpul akan kembali bagi kepentingan masyarakat.

“Kita jelas masih butuh pendidikan yang makin baik, kesehatan yang makin baik, kita butuh bahkan TNI kita yang makin kuat, polisi yang makin hebat supaya kepastian hukum bagus, keamanan kita bagus,” urainya.

“Itu semuanya bisa dikerjakan, kita capai, dan kita bangun setahap demi setahap kalau pondasi pajak kuat,” pungkas Menkeu.

 

Tags: BisnisEkonomiNasionalppn

Berita Lainnya

BPS Catat Lemahnya Daya Beli Petani Akibat Perubahan Harga di Tingkat Produsen

Kamis, 5 Feb 2026 | 16:19 WIB

Ekonomi Sumbar Tumbuh 3,37 Persen Sepanjang 2025, Laju Pertumbuhannya Melambat dari 2024

Kamis, 5 Feb 2026 | 15:45 WIB
Sugesti Edward

Emas, Ketidakpastian, dan Pilihan Bertahan

Kamis, 5 Feb 2026 | 14:04 WIB
Bank Nagari

Bank Nagari Optimistis Laba Kembali Tembus Rp500 Miliar pada 2026

Rabu, 4 Feb 2026 | 11:39 WIB
Selanjutnya
Baznas Pessel

Baznas Pessel Optimis Penerimaan Zakat Capai Target Meski Masih Pandemi

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara