KLIKPOSITIF – Walikota Bukitginggi Ramlan Nurmatias menyebut, sudah ada 38 negara yang sudah menyatakan akan hadir saat peringatan satu abad Jam Gadang di Kota Bukittinggi.
Negara-negara tersebut di antaranya adalah Australia, Bangladesh, Brunei Darussalam, Bosnia, Bulgaria, China, Denmark Kolombia.
“Macam-macam, ada Italia, Iran, Jepang, Korea Selatan, sampai ke Vietnam, dan lain-lain” ujar Ramlan saat jumpa pers di rumah dinas Belakang Balok Bukittinggi, Selasa 26 Mei 2026.
Ramlan melanjutkan, delegasi dari Palestina juga akan ikut hadir, meski harus 4 kali pindah pesawat untuk tiba di Kota Bukittinggi.
Meski agenda Satu Abad Jam Gadang ini akan menggelar banya kegiatan, namun Ramlan mengakui, Pemerintah Kota Bukittinggi sebenarnya tak punya uang untuk menggelar acara tersebut.
Menurutnya, untuk menyiasati agar kegiatan itu terlaksana, Bukittinggi telah melakukan lobi lobi ke pusat.
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Bukittinggj juga menggaet para donatur dan sponsor, untuk membantu agar setiap kegiatan berjalan dengan lancar.
Bukittinggi Derah Istimewa
Pemerintah Kota Bukittinggi saat ini juga sedang memperjuangkan agar Bukittinggi diakui secara resmi sebagai Daerah Istimewa atau Daerah Khusus.
Dasar pengusulan status istimewa tersebut meliputi beberapa fakta sejarah penting, diantaranya Bukittinggi pernah menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia, Bukittinggi pernah menjadi Ibu Kota Provinsi Sumatra, Sumatra Tengah, dan Sumatra Barat.
Selain itu, Bukittinggi juga merupakan tempat lahir tokoh-tokoh penting pendiri bangsa, seperti Bung Hatta dan Mr. Assaat
“Hanya tiga yang pernah jadi ibukota Republik. Jakarta, Jogja. Sumatra juga ada yang jadi daerah istimewa. Kita juga harus jadi daerah khusus,” papar Ramlan.






