KLIKPOSITIF — Jalan kaki secara rutin, baik dengan menambah jumlah langkah maupun meningkatkan kecepatan, dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik sederhana tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung kesehatan jangka panjang.
Studi yang melibatkan 64.743 orang dewasa di Inggris dengan usia rata-rata 62 tahun itu menemukan bahwa jumlah langkah harian dan kecepatan berjalan sama-sama berkaitan dengan tingkat kematian. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan secara daring pada 8 September 2026 dalam British Journal of Sports Medicine.
Dalam penelitian tersebut, seluruh peserta mengenakan pelacak aktivitas di pergelangan tangan selama satu minggu untuk mengukur jumlah langkah dan kecepatan berjalan mereka. Para peneliti kemudian memantau kondisi peserta selama sekitar delapan tahun. Dalam periode tersebut, tercatat 1.697 kematian, termasuk 502 kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Peneliti mengelompokkan jumlah langkah harian menjadi empat kategori, yakni kurang dari 5.000 langkah, 5.000–7.500 langkah, 7.500–10.000 langkah, dan lebih dari 10.000 langkah. Sementara itu, kecepatan berjalan dihitung berdasarkan rata-rata langkah per menit selama 30 menit dengan aktivitas tertinggi dalam sehari. Waktu tersebut tidak harus berlangsung secara berturut-turut.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang berjalan kurang dari 5.000 langkah per hari, tetapi memiliki kecepatan berjalan lebih tinggi, mengalami risiko kematian yang jauh lebih rendah dibandingkan kelompok acuan yang berjalan dengan kecepatan 45 langkah per menit. Risiko mereka bahkan serupa dengan kelompok yang menempuh 5.000–7.500 langkah per hari dengan kecepatan lebih lambat.
Sementara itu, kelompok yang berjalan 7.500–10.000 langkah per hari menunjukkan tingkat kematian terendah di antara kelompok jumlah langkah yang diteliti.
Berdasarkan temuan tersebut, peneliti menilai bahwa berjalan dengan kecepatan cukup tinggi, sekitar 90–100 langkah per menit atau lebih, selama 30 menit sehari dapat menjadi salah satu target aktivitas fisik yang menjanjikan untuk mendukung umur panjang.
Meski demikian, peneliti menekankan pentingnya fleksibilitas dalam menjalankan aktivitas fisik. Bagi orang yang memiliki keterbatasan waktu atau kemampuan fisik, kombinasi jumlah langkah dan kecepatan berjalan yang sesuai dengan kondisi masing-masing tetap dapat memberikan manfaat.
Temuan ini memperkuat pandangan bahwa aktivitas fisik tidak selalu harus dilakukan melalui olahraga berat atau program latihan khusus. Jalan kaki yang dilakukan secara teratur, dengan jarak maupun kecepatan yang disesuaikan dengan kemampuan, dapat menjadi pilihan praktis untuk menjaga kesehatan.
Namun, hasil penelitian ini menunjukkan hubungan antara pola berjalan dan risiko kematian, bukan bukti bahwa berjalan lebih cepat atau lebih jauh secara langsung menyebabkan seseorang hidup lebih lama. Faktor kesehatan dan gaya hidup lainnya juga dapat memengaruhi risiko kematian seseorang.







