Sabtu, 07 Nov 2026 - 10:26 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Life Parenting

Studi: Ajak Anak-anak Bermain di Alam Bebas, Ini Manfaatnya

Selain itu, suara-suara alam seperti kicau burung, kulit kayu kasar, daun aroma teh, dan cacing yang menggeliat, juga menjadi pengaruh anak-anak saat menghabiskan waktu mereka di alam bebas.

redaksi
Selasa, 21 Sep 2021 | 12:28 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan nalar otak anak, Anda bisa membawa mereka menghabiskan waktu di alam bebas yang dipenuhi pepohonan.

Bukti ini diungkap lewat studi Inggris yang menyorot 3.500 anak-anak dan remaja yang tinggal di London.

Studi yang dirilis dalam jurnal The National Geographic ini menemukan, melihat pepohonan dapat membantu perkembangan kognitif anak. Selain itu, menghabiskan waktu di alam juga dapat meningkatkan dan memperkuat otak anak.

Diungkap oleh peneliti, hutan dan pepohonan identik dengan hawa yang sejuk, yang bisa didengar, disentuh, dicum, dan dilihat oleh anak-anak.

Selain itu, suara-suara alam seperti kicau burung, kulit kayu kasar, daun aroma teh, dan cacing yang menggeliat, juga menjadi pengaruh anak-anak saat menghabiskan waktu mereka di alam bebas.

Baca Juga

Honda Hayati Ingatkan Bahaya Main HP Saat Berkendara, Jangan Sampai Fokus Terpecah

Rabu, 21 Okt 2026 | 13:22 WIB
Para narasumber berbincang dalam sesi talkshow mengenai hilirisasi riset dan inovasi pada rangkaian UI Innovation Festival 2026 di Gandaria City, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Perwakilan Pemerintah Hadiri UI Innovation Festival 2026, Bahas Hilirisasi hingga Komersialisasi Riset

Selasa, 6 Okt 2026 | 16:10 WIB

Menurut Dokter Anak Keith Somers, pohon yang hidup di alam bebas dapat membantu integrasi sensorik anak, salah satunya lewat tindakan, mengatur, dan merespons informasi dari indera.

“Sebagai makhluk indrawi, alam memberikan semua dampak yang dibutuhkan dari setiap indera,” ungkap Keith Somers.

Dia juga menjelaskan, indera yang vital bagi perkembangan anak terbagi menjadi lima indera yaitu penglihatan, suara, penciuman, rasa, dan sentuhan.

Somers juga mencatat, bahwa indera selama tiga tahun pertama anak menjalani kehidupan, dapat membangun otak yang kuat dan sehat.

Bahkan ketika anak masih bayi yang duduk dengan tenang di pelukan orangtua, mereka akan tetap menyerap informasi dan mengembangkan jalur saraf, di mana ini merupakan hubungan penting antara neuron yang digunakan untuk mengirimkan informasi ke otak.

Ketika anak-anak mulai tumbuh, mereka akan tumbuh melibatkan banyak indera yang mampu membantu perkembangan otak.

Karena masing-masing indera menggunakan bagian otak yang berbeda, sifat multisensor dan pengalaman dari alam bebas akan melatih otak mereka. Mulai dari menyaksikan tupai menggapai batang pohon, menumpuk batu, mencium bunga, hingga menyeimbangkan diri di batang pohon.

“Kami tahu bahwa alam merupakan guru terbesar kami,” lanjut Somers.

“Terkadang, Anda tidak perlu menghabiskan uang untuk perangkat teknologi saat Anda keluar dan menemukan alam bebas,” pungkasnya.

Tags: Anak-anakBalitaLifemanfaat bermain di alamorangtuaParentingPendidikanTips

Berita Lainnya

Honda Hayati Ingatkan Bahaya Main HP Saat Berkendara, Jangan Sampai Fokus Terpecah

Rabu, 21 Okt 2026 | 13:22 WIB
Para narasumber berbincang dalam sesi talkshow mengenai hilirisasi riset dan inovasi pada rangkaian UI Innovation Festival 2026 di Gandaria City, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Perwakilan Pemerintah Hadiri UI Innovation Festival 2026, Bahas Hilirisasi hingga Komersialisasi Riset

Selasa, 6 Okt 2026 | 16:10 WIB

Mengapa Bar di Singapura Impor 900 Kg Es dari Jepang Setiap Tahun?

Kamis, 10 Sep 2026 | 06:00 WIB

Hari Doa Nasional 2026, Wamen Fajar Tegaskan Pendidikan Jalan Memuliakan Manusia dan Meninjau SPMB di Balikpapan

Sabtu, 4 Jul 2026 | 08:14 WIB
Selanjutnya
menag

Menag: Santri Aset Luar Biasa yang Dimiliki Indonesia

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara