PADANG PANJANG, KLIKPOSITIF– Pondok Desain dan Promosi Kota Padangpanjang kenalkan beragam layanan dan fasilitas yang dimilikinya kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN 2) Padang Panjang, Selasa (23/5).
Hal ini di sampaikan Fri Yetni, S.E. kepada Kominfo, semua fasilitas itu dikenalkan kepada siswa secara bergantian. Karena jumlah siswa yang hadir ada lima kelas dan dibagi atas beberapa kelompok.
“Ada fasilitas Layanan Rumah Kemasan, Rumah Wirausaha/Klinik Bisnis, Galeri Produk, Branding Produk, dan Workshop Kerajinan Kulit dan Batik,” kata Kepala Bidang Perdagangan dan Perindustrian Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperdakop) UKM,” Sebut Yetni.
Setiap kelompok diperlihatkan dan diajarkan bagaimana cara membatik, membordir dan membuat sepatu.
“Banyak siswa tertarik dan bertanya saat para perajin memperlihatkan teknik-tekniknya. Semoga siswa kita bisa mempraktikkan ini,” Lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Promosi Disperdakop UKM), Azani Maizuar M.I.Kom menyampaikan, kegiatan kunjungan siswa ini menguntungkan bagi Pondok Desain dan Promosi. Siswa bisa memahami fasilitas yang ada sekaligus mereka bisa mempraktikkan di rumah.
Tidak tertutup kemungkinan bagi siswa untuk berbisnis jadi wirausahawan muda dan bisa memunculkan bibit baru dari sekolah ini. “Selain itu kita bisa kerja sama dengan sekolah untuk mereka magang di sini dan membantu membranding IKM kita,” ujar Azan.
Selaku Wakil Kesiswaan SMKN 2, Agus Suprapman mengatakan kunjungan sekolahnya bagian dari kegiatan Proyek Penguatan Profil Pembelajaran Pancasila (P5).
“Ini sudah kunjungan kali kedua kami laksanakan. Sebelumnya ada empat kelas ke sini dan hari ini lima kelas. Untuk mengenalkan kepada siswa kita budaya Minangkabau yang ada di Padang Panjang baik itu membatik, membordir dan membuat sepatu kulit,” ujarnya.
Ilmu yang didapat siswa akan dijadikan dalam bentuk makalah pribadi sebagai laporan dari hasil kunjungan mereka.
“Kita harapkan dengan adanya P5 ini, siswa bisa lebih mengenal budaya dan alam Minangkabau sehingga mereka tidak lupa dengan budaya,” tutup Azan. (Heri)