Senin, 31 Agu 2026 - 22:41 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Setelah Jakarta, Gerakan Kemanusiaan Bebaskan Palestina Deklarasi di Padang

KKIPP merupakan gerakan kemanusiaan membebaskan Palestina dari dari segala bentuk penjajahan demi terwujudnya peradaban dunia yang lebih baik

redaksi
Jumat, 28 Mei 2021 | 10:24 WIB
Deklarasi KKIPP di Padang

Deklarasi KKIPP di Padang (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF – Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina (KKIPP) dibentuk di Jakarta. Setelah itu KKIPP di luncurkan di seluruh Provinsi Indonesia terkhusus Kota Padang pada Kamis, 27 Mei 2021.

KKIPP merupakan gerakan kemanusiaan membebaskan Palestina dari dari segala bentuk penjajahan demi terwujudnya peradaban dunia yang lebih baik.

Dihadiri dan di deklarasikan oleh Perwailan MUI Padang, Drs. H. Johardi Dt. Bandaro Putiah, MA pada Peluncuran KKIPP. KKIPP menjadi gerakan civil society global berbasis spirit kemanusiaan untuk membebaskan Palestina dari segala bentuk penjajahan.

Baca Juga

PLN UID Sumbar dan PMI Kota Padang Gelar Aksi Donor Darah, untuk Kemanusiaan

Rabu, 25 Jun 2025 | 09:49 WIB

Gubernur Sumbar Lepas Relawan KNRP Bawa Donasi Rp1,37 Miliar untuk Palestina

Rabu, 28 Mei 2025 | 16:59 WIB

Ketua KKIPP Padang, Aan Saputra menegaskan, tragedi kemanusiaan yang menimpa Palestina, terutama yang terjadi pada hari-hari terakhir di bulan Ramadan sungguh tidak manusiawi. Jika tragedi kemanusian ini terus berlanjut, menurut Aan Saputra, bukan tidak mungkin peradaban di Palestina akan hilang.

Menurutnya, Palestina telah terbelenggu krisis kemanusian selama berpuluh-puluh tahun sejak Israel datang dan menjajah. Mulai dari permasalahan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga tempat tinggal mencekik warga Palestina setiap hari.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus menerus, baik oleh dunia internasional maupun oleh bangsa Indonesia yang secara konstitusi menentang penjajahan,” katanya.

Melalui KKIPP, berbagai elemen umat disatukan. Mulai dari tokoh masyarakat, ulama, komunitas, entitas pemerintah, hingga berbagai lembaga swadaya masyarakat, bergerak untuk memperjuangkan hak-hak warga Palestina dan membebaskan mereka dari belenggu rentetan masalah kemanusian.

“Selama 73 tahun Palestina dijajah, tidak ada langkah tegas dan konkret yang dilakukan otoritas politik dunia maupun pemangku kepentingan dunia untuk menyelesaikan permasalahan di Palestina. Maka dari itu, perlu masyarakat sipil dunia untuk menyudahi penjajahan ini,” ujar Aan Saputra.

Saat ini, lanjut Aan Saputra, hampir dua per tiga dunia tengah melakukan demonstrasi menunjukkan pembelaan kepada Palestina. Ini merupakan modal besar yang jika dikelola dengan baik akan mengenyahkan penjajahan atas Palestina.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Dewan Penasehat KKIPP Sumbar, Zeng Wellf menerangkan bahwa KKIPP merupakan wadah perjuangan bagi berbagai elemen masyarakat dan beragam entitas untuk memperjuangkan kebebasan Palestina dengan langkah-langkah yang sistematis dan terorganisir.

“KKIPP bertekad mengajak seluruh kekuatan masyarakat, komunitas, NGO, dan yang lainnya baik di dalam maupun di global, mari kita wujudkan kemerdekaan Palestina,” pungkas Zeng Wellf.

Dewan Penasehat KKIPP Sumbar, Zeng Wellf menyatakan KKIPP akan melakukan aksi dalam berbagai bidang untuk menyejahterakan warga Palestina, sekaligus membebaskan mereka dari jeratan Zionis Israel. Aksi ekonomi, medis, pendidikan, hingga diplomasi, menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang diagendakan.

“Bersama-sama, kita akan mengorganisir dan mengelola setiap kekuatan elemen civil society untuk membebaskan rakyat Palestina dari kelaparan, memastikan mereka mendapat pelayanan kesehatan baik yang bersifat darurat maupun reguler, memastikan mereka dan keluarganya mendapat kehidupan dan pendidikan yang layak, serta juga memastikan bahwa kemerdekaan rakyat Palestina bisa diwujudkan secara de facto dan de jure,” tegas Zeng Wellf. (*)

Tags: Act SumbarAksi Bela PalestinaKemanusiaanPalestina

Berita Lainnya

PLN UID Sumbar dan PMI Kota Padang Gelar Aksi Donor Darah, untuk Kemanusiaan

Rabu, 25 Jun 2025 | 09:49 WIB

Gubernur Sumbar Lepas Relawan KNRP Bawa Donasi Rp1,37 Miliar untuk Palestina

Rabu, 28 Mei 2025 | 16:59 WIB

Aksi Solidaritas Sumbar Bersama Palestina: Bacakan 10 Pernyataan Sikap

Minggu, 4 Mei 2025 | 16:01 WIB
Syafruddin Karimi

Tarif, Tirani, dan Gaza yang Dibungkam: Ketika Ekonomi Menjadi Senjata, dan Kemanusiaan Jadi Korban

Senin, 14 Apr 2025 | 15:36 WIB
Selanjutnya
Pembangunan irigasi di Batu Gadang melalui bantuan PKBL yang diusulkan anggota DPR RI Andre Rosiade.

Warga Batu Gadang Apresiasi Berbagai Bantuan dari Andre Rosiade

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara