KLIKPOSITIF – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengumumkan reshuffle kabinet hari ini. Dari pengumuman itu, ada Menteri berdarah Minang yang direshuffle Presiden, yakni Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi.
Selama menjabat sejak 2014, Jokowi kerap kali mengganti para menterinya dalam menjalankan tugas, termasuk menteri berdarah Minang. Lalu siapa saja menteri berdarah Minang yang pernah di reshuffle Jokowi sebelum M. Lutfi?
1. Archandra Tahar
Ir. Arcandra Tahar, M.Sc., Ph.D. lahir 10 Oktober 1970. Ia merupakan alumni SMAN 2 Padang. Ia pernah menjadi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo sejak 14 Oktober 2016 hingga 20 Oktober 2019.
Sebelumnya, Ia menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia pada Kabinet Kerja dengan masa jabatan 27 Juli 2016 hingga 15 Agustus 2016. Ia menggantikan Sudirman Said yang diberhentikan oleh Presiden Joko Widodo dalam perombakan kabinet pada tanggal 27 Juli 2016.
Arcandra resmi diberhentikan sebagai Menteri ESDM pada tanggal 15 Agustus 2016 menyusul polemik dwikewarganegaraan yang ditujukan kepada dirinya sebagai menteri dan menjadikannya sebagai menteri dengan masa kerja terpendek dalam sejarah di Indonesia, yakni 20 hari. Pada tanggal 14 Oktober 2016, ia resmi dilantik menjadi Wakil Menteri ESDM mendampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan.
2. Andrianof Chaniago
Ia lahir di Padang, 3 November 1962. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia dari 27 Oktober 2014 – 12 Agustus 2015. Ia digantikan oleh Sofyan Djalil.
Andrinof menamatkan studi S1, S2 dan S3 nya di Universitas Indonesia. Saat ini ia menjabat sebagai Wakil Komisaris PT Bank Mandiri.
3. Rizal Ramli
Lahir di Padang, 10 Desember 1954. Ia salah seorang ekonom Indonesia dan pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Indonesia pada 12 Agustus 2015 – 27 Juli 2016. Ia digantikan oleh Luhut Binsar Panjaitan
Sebelum menjabat sebagai menteri di era Jokowi, Rizal Ramli juga pernah menjadi Menteri Keuangan Indonesia di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur).
Setelah keluar dari pemerintahan, Rizal Ramli sering memberikan saran kepada pemerintah soal perekonomian negara.







