50 KOTA, KLIKPOSITIF – BMKG Stasiun Klimatologi Sumbar bekerjasama dengan BPTPH Sumbar menutup Sekolah Lapangan Iklim (SLI) Operasional di Kabupaten 50 Kota.
Penutupan itu ditandai dengan panen raya di Nagari Situjuah Gadang, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kamis 27 Oktober 2022.
Panen raya ini dilakukan bersama kelompok tani setempat yang telah diberikan pendidikan SLI sejak Juli 2022 silam.
Kepala Stasiun Klimatologi Padang Pariaman, Heron Tarigan mengatakan, hasil panen meningkat drastis ketimbang sebelum SLI.
“Saat sekarang hasil panen perhektar mencapai 7,72 ton, meningkat ketimbang sebelumnya yang hanya 4,39 ton atau naik sebesar 76 persen,” ungkapnya.
Menurut Heron, dalam SLI ini, petani setempat dibekali berbagai macam pengetahuan seperti informasi cuaca dan iklim sehingga petani dapat menyesuaikan pola tanam.
Selain itu, kata dia, BMKG juga memberikan panduan teknis adaptasi dan mitigasi pertanian maupun keterampilan tata kelola tanaman serta pemetaan tanaman dominan.
“Hasil produktifitas tani naik hingga kesejahteraan ekonomi petani ikut terangkat sesuai dengan sasaran BMKG dalam mensejahterakan masyarakat,” ungkap Heron.
Sementara, Kepala Balai Besar MKG (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho mengatakan sektor pertanian sangat berkaitan dengan iklim.
“Petani juga menghadapi ancaman global dari perubahan iklim yang memburuk dalam tujuh tahun terakhir, suhu terpanas saat ini, isu prioritas ini harus diperhatikan setelah masa pandemi COVID-19,” kata Hendro.
Menurutnya, petani menjadi sangat rentan dengan perubahan iklim hingga BMKG berperan peting bersama petugas pertanian yang bersinggungan langsung dengan petani untuk memainkan peran membagi informasi dan identifikasi.
“Kita harap kelompok tani ini bisa pula membagi ilmu pengetahuan yang didapat selama SLI ini kepada petani lainnya,” ujarnya.
Selain Kepala BBMKG Wilayah I, Hendro Nugroho dan Kepala Stasiun Klimatologi Padang Pariaman, Heron Tarigan, juga hadir Koordinator Stasiun BMKG Padang Panjang, Suaidi, Kepala Stasiun GAW Kototabang, Sugeng Nugroho, Kepala Stasiun Meterologi Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sakimin dan Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur, Syafrizal.
(*)





