Solok, Klikpositif – Ribuan pelajar hingga masyarakat gotong royong massal membersihkan lahan pertanian yang terdampak banjir bandang (galodo) di Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Jumat (30/1/2026). Goro massal guna percepatan rehabilitasi lahan pertanian.
Mewakili Bupati Solok, H. Candra memimpin pelaksanaan goro massal. Lebih kurang 2.000 anggota Pramuka dari seluruh SLTA se-Kabupaten dan Kota Solok terlibat. Selain itu, juga hadir Forkopimda, Kepala OPD beserta jajaran, serta masyarakat setempat.
Wabup beraama pelajar, masyarakat, personel TNI-Polri bahu-membahu membersihkan material sisa banjir. Sementara material yang tak bisa ditangani dengan tenaga manusia, dievakuasi menggunakan alat berat pemerintah daerah.
Dinas PUPR Kabupaten Solok menurunkan sejumlah alat berat dan dump truck guna mempercepat proses pembersihan. Sementara itu, BPBD mengerahkan personil lengkap dengan perlengkapan chainsaw dan peralatan kebencanaan lainnya.
Gelondongan kayu dan pohon kelapa yang berserakan di area persawahan dipotong-potong, lalu dievakuasi ke pinggir lahan. Sebagian material kayu yang tidak dapat dimanfaatkan dibakar secara terkendali. Gundukan tanah bercampur pasir diratakan dan sebagian diangkut ke lokasi lain.
Wakil Bupati Solok, H. Candra mengatakan mengapresiasi semangat seluruh pihak dalam membantu percepatan rehabilitasi lahan pertanian di Nagari Paninggahan. Gotongroyong wujud nyata solidaritas dan kepedulian bersama dalam memulihkan sektor pertanian warga pascabencana.
βPemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir dan bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat agar pemulihan pertanian, ekonomi warga, dan ketahanan pangan bisa segera kembali normal,β kata Wabup Candra.
Pelaksanaan gotong royong massal tersebut menjadi simbol masih lestarinya tradisi leluhur. Semangat kebersamaan antara pemerintah, aparat, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat menjadi modal kuat dalam pemilihan dampak bencana.







