PESSEL, KLIKPOSITIF– Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menargetkan tahun ini bakal mulai merealisasikasikan janji kampanye bupati dan wakil bupati terpilih. Salah satu janji kampanye itu adalah tentang pendidikan gratis.
Menurut Bupati Rusma Yul Anwar, pendidikan gratis ini akan disubsidi langsung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Perkiraan besaran subsidi yang bakal digelontorkan mencapai Rp23 miliar untuk 39 ribu siswa mulai jenjang SD-SMA.
“Ya, di Juli. Itu harus, karena program unggulan kami, sejalan janji kampanye peningkatan SDM. Nanti akan tertuang dalam visi-misi,” ungkapnya pada wartawan di Painan, Selasa 6 April 2021.
Alokasi subsidi yang bakal diterima tiap-tiap sekolah berbeda-beda, sesuai jumlah siswa dan besaran iuran uang komite. Dari total subsidi yang dianggarakan, sekitar Rp16 miliar untuk SMA sederajat.
Sedangkan sisanya yang Rp7 miliar untuk jenjang pendidikan SD dan SMP. Saat ini, lanjut bupati pemerintah daerah tengah menyiapkan regulasi hibah dana pada pemerintah provinsi.
Sebab, kewenangan untuk SMA, SMK dan Madrasah ada di pemerintah provinsi. Sementara kewenangan pengelolaan SD dan SMP ada di kabupaten, sehingga tidak perlu aturan hibah.
“Untuk pembiayaannya nati kita akan upayakan pergeseran anggaran usai refocusing. Jika tidak bisa, kita bakal akomodir diperubahan,” terang bupati.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Suhendri mengungkapkan, subsidi diberikan atas kekurangan Dana Operasional Sekolah (BOS) yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kebijakan APBD untuk subsidi pendidikan secara aturan tidak ada masalah. Sebab, dalam anggaran tahun ini (2021) belum mengakomodir program unggulan bupati-wakil bupati terpilih.
“Untuk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), nanti tentu bupati dan wakil bupati yang akan membicarakan,” tutur Suhendri.
Rusma Yul Anwar-Rudi Hariyansyah adalah bupati-wakil bupati terpilih Pilkada 2020. Ia menang telak dari pesaingnya Hendrajoni-Hamdanus, dengan selisih kemenangan hingga 19,1 persen.
Dalam visi-misi dan janji politiknya saat kampanye, pasangan calon yang diusung 5 partai politik menjadikan peningkatan kualitas SDM, dalam koridor Indeks Pembangunan Manusia (IPM).






