PADANG, KLIKPOSITIF- Bagi Siar (65 tahun) warga Kuranji Kota Padang, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukan hanya hanya membantu, tetapi benar-benar menjadi penyelamat hidupnya dan keluarga.
Kenapa tidak, kalau tidak ada JKN dia tidak tahu harus meminta bantuan pada siapa sewaktu sakit dulu. Sebagai pedagang bakso bakar gerobakan, dari sekolah ke sekolah, penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.
“Bahkan untuk membayar sewa rumah saja kadang sering menunggak, untung yang punya rumah baik,” ungkap Siar saat ditemui di SD kawasan Nanggalo, Jumat 7 November 2025.
Satu tahun lalu, ia mendapat musibah jatuh dari motornya dan mengalami patah tulang rusuk. Kondisinya cukup parah hingga membuatnya harus menjalani perawatan intensif dalam waktu lama dan tidak mampu jika harus menanggung seluruh biaya pengobatan sendiri.
“Saya ini orang kecil mana mampu bayar rumah sakit, apalagi bayar biaya rawat inap. Penghasilan sehari-hari hanya cukup untuk makan dan kalaupun ada sisanya saya simpan untuk bayar kontrakan,” sambungnya.
Ia mengaku beruntung adanya program JKN karena bisa berobat dan rawat inap rumah sakit tanpa memikirkan biaya sedikitpun.
“Saya juga dilayani dengan baik oleh dokternya, Alhamdulillah saya bisa sembuh tanpa memikirkan biayanya,” kata Pria asal Pesisir Selatan itu.
Dia merasa seperti bermimpi karena semua kebutuhan medis, obat, dan tindakan sudah dijamin penuh oleh Program JKN.
Manfaat serupa juga dirasakan oleh Upik (60 tahun) seorang warga Lubuk Basung Kabupaten Agam, saat penglihatannya mulai buram, bahkan salah satu mata sudah parah.
Awalnya Upik berfikir akan menghabiskan masa tuanya dengan mata yang buram bahkan beresiko tidak bisa melihat. Namun dengan adanya program JKN, Upik dibawa oleh anak laki-laki nya konsultasi dan berobat ke dokter.
Pada saat itu dokter menyarankan untuk operasi katarak. Awalnya Upik dan anak semata wayangnya cemas, selain mencemaskan proses pemulihannya, yang paling ditakutkan adalah biaya yang besar yang akan dikeluarkan untuk operasi katarak.
Namun kekhawatiran itu sirna setelah petugas BPJS Kesehatan menjelaskan semuanya dijamin JKN. “Waktu mendengar begitu, saya langsung lega. Saya operasi tanpa bayar apa pun, dan sekarang mata saya sudah terang lagi. Rasanya seperti dapat hidup baru,” katanya.
Bagi Upik, Program JKN bukan hanya soal jaminan kesehatan gratis, tetapi bukti nyata bahwa negara hadir melindungi masyarakat kecil. Ia menyadari betul, tanpa program ini mungkin banyak warga sepertinya yang tak sanggup berobat saat sakit datang tiba-tiba.
“Sekali sakit, biayanya besar. Akan tetapi, dengan JKN, kami jadi tenang. Ada jaminan kalau sakit terjadi, dan kita tidak tau sakit apa yang akan kita alami,” ujarnya.
Kini, setelah penglihatannya membaik, Upik bisa kembali ke sawah untuk bercocok tanam, juga menerima upah ke sawah orang lain dengan semangat yang tak pernah padam. Meskipun tubuhnya tak lagi sekuat dulu, ia merasa hidupnya kini jauh lebih tenang dan bermakna.
“Saya cuma bisa berterima kasih dan berdoa semoga program ini tetap ada. Karena tanpa JKN, saya tak tahu bagaimana nasib kesehatan saya,” pungkasnya.






