Padang, 28 Mei 2017 – Upaya PLN agar dapat mendukung kelancaran ibadah selama bulan Ramadhan sudah sangat optimal termasuk adanya pembersihan jaringan di seluruh unit Sumatera Barat agar dapat meminimalisir terjadinya gangguan. Namun bisa saja terjadi hal-hal di luar prediksi yang membuat padam tak dapat dielakkan, sebagaimana gangguan yang terjadi pada Minggu (28/5) subuh hari di mana masyarakat bersiap sahur.
Gangguan pada penghantar Kiliranjao – Muara Bungo terjadi pada pukul 01.35 WIB yang mengakibatkan padam dengan beban total sebesar 91,9 MW. Padam tersebut meliputi kota Padang ( GOR, Wahidin, Cokro, Jati, Ganting, RSUP, Marapalam, Andalas, Anduring, Bagindo Aziz Chan, Permindo, Polamas, Sudirman, Sutan Syahrir, Khatib Sulaiman, Veteran, Ulak Karang, Adinegoro, Air Tawar, Kalumpang), Pauh Kambar Lubuk Alung, Kurai Taji Pariaman, Padang Luar, Bukittinggi dsk, Simpang Empat, Padang Panjang, Solok, dan Halaban Payakumbuh. Pada pukul 01.37 sudah mulai dilakukan penormalan dan pada pukul 03.01 sistem sudah normal kembali.
Kondisi seperti ini selain sangat disesalkan oleh pelanggan tentu saja tidak diharapkan oleh PLN. Manajer SDM & Umum PLN Wilayah Sumbar, Musrafrizal, ketika dikonfirmasi menyampaikan bahwa PLN menyadari padam dengan durasi sebentar pun sangat sensitif bagi pelanggan terutama di bulan Ramadhan, akan tetapi gangguan adalah hal di luar rencana PLN. “Namun demikian, bila terjadi gangguan kami akan upayakan dibenahi sesegera mungkin sehingga kelistrikan segera pulih kembali.” Beliau juga memohon maaf untuk ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat gangguan ini, terlebih yang merasa terganggu dalam persiapan sahurnya.
Selanjutnya PLN tetap siaga dalam menjaga pasokan listrik khususnya di bulan Ramadhan. Dari sisi jaringan upaya untuk meningkatkan keandalan sudah dilakukan sebelum masuk bulan Ramadhan. Begitu pun, PLN meminta dukungan dan doa dari seluruh pelanggan agar tidak terjadi lagi gangguan baik di jaringan, penghantar maupun pembangkit. Dengan demikian pasokan listrik aman, PLN tidak cemas, masyarakat pun dapat beribadah dengan nyaman.
(Rilis)







