KLIKPOSITIF- Sejumlah pedagang di kawasan Sandang Pangan, Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, mulai membongkar lapak secara mandiri setelah sempat terlibat bentrok dengan Satuan Tugas (Satgas) Pemerintah Kota Padang, Rabu (21/10/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan sekitar pukul 17.00 WIB, sejumlah pedagang terlihat membongkar lapak mereka. Sementara itu, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan kepolisian tampak memantau proses pembongkaran tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengatakan penertiban pedagang kaki lima (PKL) tersebut dilakukan untuk mendukung program unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni Padang Rancak.
Menurutnya, program tersebut mencakup penataan dan revitalisasi Pasar Raya serta pengembangan Pasar Street guna memperbaiki sarana perdagangan.
Fizlan menyebutkan, sebanyak 169 PKL di kawasan Sandang Pangan akan direlokasi ke area basement Blok 2.
“Alhamdulillah, dalam program ini, Dinas PUPR Kota Padang sudah melakukan perbaikan sarana perdagangan, khususnya di basement Blok 3 dan basement Blok 2,” katanya.
Ia menjelaskan, pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Pasar Baru akan diprioritaskan menempati basement Blok 3. Sementara itu, pedagang Sandang Pangan akan direlokasi ke basement Blok 2.
Meski sempat terjadi kericuhan akibat penolakan terhadap penertiban, para pedagang akhirnya bersedia membongkar lapak secara mandiri setelah dilakukan mediasi.
Fizlan mengatakan, pihaknya juga telah mengeluarkan surat edaran yang melarang pedagang berjualan di selasar, trotoar, dan fasilitas umum lainnya. Para pedagang juga telah diinformasikan agar melakukan relokasi secara mandiri.
“Kita juga sudah menginfokan kepada pedagang untuk melakukan relokasi secara mandiri,” ujarnya.
Ia berharap penataan tersebut dapat meningkatkan aktivitas ekonomi dan memberikan dampak positif bagi pedagang di Pasar Raya Padang.
“Dengan penataan pedagang ini, kita berharap gairah ekonomi semakin meningkat dan menjadi lebih baik ke depannya, khususnya di Pasar Raya,” tuturnya.





