PESSEL, KLIKPOSITIF– Kabupaten Pessel (Pesisir Selatan), Sumbar, sabet 6 penghargaan sekaligus dalam puncak acara Hari Ayam Telur Nasional (HATN) 2022.
Dari enam penghargaan itu, 5 di antaranya didapatkan oleh Dinas Pertanian Pessel.
Sementara satunya lagi oleh TP PKK Pessel dalam lomba pengolahan pangan.
Kepala Dinas Pertanian Pessel, Madrianto mengaku, bangga dengan penghargaan tersebut.
Ia berharap penghargaan tersebut tidak hanya sekedar seremonial saja, namun dapat menjadi daya ungkit untuk kemajuan kerja.
“Ini hari bisa menjadi penyemangat. Baik sebagai kabupaten favorit. Begitu juga petugas dinas yang meraih penghargaan,” terang Madrianto usai menghadiri penyerahan penghargaan di Bukittinggi.
Sebagai kabupaten favorit, Pessel berhasil meraih juara 2.
Untuk petugas dinas dalam bidang Medik Veteriner Berprestasi, Pessel berhasil juara 1.
Dalam bidang Inseminator (IB) Berprestasi, Pessel juara 3, dan juara 2 dalam Petugas AUTS/K Berprestasi.
Kemudian raih juara 2 untuk Petugas Informasi Pasar (PIP) Berprestasi.
“Untuk bidang Medik Veteriner, petugas kita Yusril berhasil meraih juara 1. Petugas IB oleh Mitra Dinata,” katanya.
Untuk Bidang AUTS/K Berprestasi oleh Magdarita Rustam, dan juara 2 dalam Petugas Informasi Pasar (PIP) oleh Witra Mardani.
Ia menginginkan, petugas yang meraih penghargaan untuk terus berkarya dan mampu menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program Pemkab untuk masyarakat.
“Ya, harapan petugas selalu siap untuk membantu program Pemkab Pessel. khususnya di Pertanian dalam memberdayaan maupun pembinaan masyarakat,” tutupnya.
HATN 2022, TP PKK Pessel Sabet Juara 1
Tim Penggerak (TP) PKK Pessel (Pesisir Selatan) sabet juara I dalam Lomba Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) tingkat Sumbar.
Lomba itu sendiri berlangsung di Balai Sidang Bung Hatta Bukittinggi.
Tim Penggerak PKK Pessel menyabet juara I usai mengikuti lomba dalam pengolahan pangan dengan ayam dan telur.
Ketua TP PKK Pessel, Ny Titi Rusma Yul Anwar mengaku bangga dengan prestasi TP PKK Pessel ini.
Ia mengatakan, hasil juara tersebut bukan tanpa alasan, dan hasil dari perjuangan melalui persiapan yang serius.
“Karena memang sebelum lomba kita dari ibu-ibu PKK yang akan bertanding sudah melakukan latihan dengan serius dan sungguh-sungguh,” ungkap Titi.
Titi menginginkan, hasil juara dalam lomba pengolahan hasil pangan menjadi hidangan kudapan.
Kemudian makanan tersebut bisa menjadi sumber ekonomi bagi ibu-ibu di Pessel untuk berkreasi.
“Ayam dan telur sumber gizi yang tinggi, dan menu ini sudah sangat akrab dengan ibu-ibu dan keluarga,” terangnya.






