PADANGPARIAMAN, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kabupaten Padangpariaman mencatat, sepanjang tahun 2016 pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan itu mencpai 7,6 persen. Pertumbuhan itu dihitung berdasarkan penurunan angka kemiskinan dan peningkatan di bidang pembangunan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur. Ia mengatakan peningkatan di berbagai sektor tersebut mulai dirasakan sejak tahun 2014 lalu. Bahkan, sejak 2014 lalu tersebut, Padangpariaman sudah keluar dari gelar “daerah tertinggal”.
“Peningkatan di berbagai sektor tersebut dirasakan sudah cukup siginifikan,” katanya saat menjamu Deputi Watannas Republik Indonesia, IrjenPol Tjecep Agus di Pariti Malintang, 25 Januari 2017.
Seiring dengan itu, peningkatan taraf ekonomi masyarakat juga tergambar dalam APBD tahun 2017 daerah itu yang mencapai Rp1,4 triliun.
Dengan anggaran segitu, pemerintah menargetkan Padangpariaman bisa mendapatkan prestasi Swasembada beras di tahun 2017 ini. Suhatri Bur menilai, target itu bisa dicapai karena setiap tahunnya, Padangpariaman selalu surplus persediaan beras.
“Kami yakin daerah ini bisa, tentunya harus pula didukung oleh banyak pihak,” tuturnya kemudian.
Sementara itu Deputi Watannas Republik Indonesia, IrjenPol Tjecep Agus mengatakan, target berdasarkan pencapaian tersebut sejalan dengan program Presiden Joko Widodo.
“Swasembada beras masuk dalam program ketahanan pangan pemerintah pusat, jadi sangat didukung sekali agar masyarakat bisa merasakan dampak yang cukup baik tersebut,” pungkasnya.
[Heri Toni]






