PADANG, KLIKPOSITIF — Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya membutuhkan kemampuan individu, tetapi juga kerja sama yang kuat antarprofesi. Berangkat dari semangat tersebut, Departemen Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK UNAND) menggelar Simulasi Tanggap Darurat Bencana Berbasis Pendidikan Interprofesi, Sabtu (17/10/2026), di Aula Prof. dr. M. Syaaf, Kampus FK UNAND Jati, Padang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, sekaligus menjadi ruang belajar bersama untuk menumbuhkan kesiapsiagaan, kepedulian, serta kemampuan komunikasi, koordinasi, dan kerja tim dalam menghadapi situasi kebencanaan.
Melalui pendekatan Interprofessional Education (IPE), mahasiswa diajak memahami bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu profesi saja. Selain pelayanan medis, masyarakat terdampak bencana juga membutuhkan dukungan psikologis, keperawatan dan kebidanan, pelayanan farmasi, pemenuhan gizi, kesehatan masyarakat, hingga sanitasi lingkungan. Semangat inilah yang mempertemukan mahasiswa Kedokteran, Kebidanan, Psikologi, Keperawatan, dan Farmasi Universitas Andalas dengan mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Syedza Saintika, Gizi Universitas Perintis Indonesia, serta Sanitasi Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang.
Pembelajaran lintas profesi tersebut diperkuat dengan kehadiran tujuh narasumber dari beragam bidang, yakni dr. Hendra Herizal, Sp.B, Subsp. Onk (K); dr. Rini Rustini, Sp.An-TI; Septi Mayang Sarry, S.Psi., M.Psi., Psikolog; apt. Yoneta Srangenge, M.Sc.; Maharani Permata Sari, S.Tr.Keb., M.Keb.; Dr. dr. Laila Isrona, M.Sc.; serta Ns. Dally Rahman, M.Kep., Sp.Kep., MB. Keragaman latar belakang keilmuan para narasumber memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat penanganan bencana secara lebih utuh, bahwa respons yang cepat dan tepat harus berjalan beriringan dengan koordinasi, komunikasi, dan kepedulian terhadap kebutuhan korban.
Ketua Departemen Pendidikan Kedokteran FK UNAND, Dr. dr. Laila Isrona, M.Sc., mendorong agar proses pembelajaran mahasiswa tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi juga memberikan pengalaman nyata dalam membangun kompetensi kolaboratif. Sementara itu, Ketua Pelaksana, Dr. Heri Surikno, M.A., menempatkan pendidikan interprofesi sebagai bagian penting dalam mempersiapkan calon tenaga profesional agar mampu berkomunikasi, berbagi peran, menghargai kompetensi profesi lain, dan bekerja sebagai satu tim ketika menghadapi kondisi kebencanaan.
Dukungan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menjadi bagian penting dalam terlaksananya kegiatan pengabdian ini. Ketua Pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dekan FK UNAND atas dukungan dan pendanaan yang diberikan.
Melalui simulasi ini, mahasiswa belajar bahwa menghadapi bencana bukan hanya tentang bertindak cepat, tetapi juga tentang bekerja bersama dan hadir dengan empati bagi masyarakat. Semangat inilah yang diharapkan tumbuh pada calon tenaga profesional yang tangguh, kolaboratif, dan humanis.







