Rabu, 09 Sep 2026 - 06:22 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Pendidikan Kampus

Perguruan Tinggi Ini Deklarasikan Anti Radikalisme di UNP

Ada empat provinsi yang ikut mendeklarasikan anti radikalisme di UNP

redaksi
Sabtu, 15 Jul 2017 | 13:40 WIB
Deklarasi anti radikalisme di UNP, Sabtu (15/07/2017)

Deklarasi anti radikalisme di UNP, Sabtu (15/07/2017) (KLIKPOSITIF/Halbert Chaniago)

Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF— Sejumlah pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Sumatra, diantaranya Sumatra Barat, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau, mendeklarasikan anti radikalisme di Auditorium Universitas Negeri Padang, Sabtu 15 Juli 2017. Deklarasi tersebut langsung disaksikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla.

“Saya mendukung kegiatan yang dilakukan oleh seluruh universitas ini,” ujar Jusuf Kalla dalam sambutannya.

Baca Juga

OlympiAR 2026 Dorong Mahasiswa Sumatra Berani Berkompetisi dan Siap Hadapi Dunia Industri

Selasa, 8 Sep 2026 | 21:15 WIB

Pemerintah dan UNP Perkuat UMKM Kuliner Melalui MASAMO 2026

Senin, 7 Sep 2026 | 11:12 WIB

Ia mengatakan, pendeklarasian anti radikalisme tersebut harusnya dilakukan mulai dari dunia pendidikan seperti yang dilakukan oleh universitas tersebut.

“Seluruh masyarakat memang harus waspada dengan radikalisme yang akhir-akhir ini marak terjadi,” lanjutnya.

Ia berharap agar pendeklarasian tersebut tidak hanya sebatas deklarasi saja, tetapi dapat diterapkan oleh seluruh kampus yang telah melakukan deklarasi tersebut.

Sementara itu, Rektor UNP, Ganefri mengatakan bahwa ia dan beberapa universitas lainnya memang telah merencanakan kegiatan tersebut.

“Kami melakukan deklarasi ini karena seringnya terjadi radikalisme di Indonesia,” ujarnya.

Ia mengatakan, di UNP sendiri telah ada mata kuliah anti radikalisme untuk menciptakan rasa cinta tanah air. Mata kuliah tersebut diberi nama Bela Negara dan Cinta Tanah Air. “Mata kuliah ini diberikan kepada setiap mahasiswa baru dengan jumlah dua SKS,” sambungnya.

[Halbert Caniago]

Tags: Jusuf KallaPerguruan TinggiRadikalismeUnp

Berita Lainnya

OlympiAR 2026 Dorong Mahasiswa Sumatra Berani Berkompetisi dan Siap Hadapi Dunia Industri

Selasa, 8 Sep 2026 | 21:15 WIB

Pemerintah dan UNP Perkuat UMKM Kuliner Melalui MASAMO 2026

Senin, 7 Sep 2026 | 11:12 WIB

UNP dan Semen Padang Berbagi Pengetahuan soal Riset Pengelolaan Suku Cadang Industri

Rabu, 2 Sep 2026 | 14:57 WIB

UNP Jajaki Kerjasama dengan Pelaku Industri dan Tani di Solok

Rabu, 2 Sep 2026 | 11:10 WIB
Selanjutnya
Ilustrasi madu

Campuran Madu Ini Dapat Atasi Rasa Lelah Anda Akibat Bekerja

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • ๐ŸŒŽ KlikPositif
  • ๐ŸŒŽ KataSumbar
  • ๐ŸŒŽ Classy FM
  • ๐ŸŒŽ Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

ยฉ 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara