Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:26 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Ekonomi Bisnis

Pergantian Gubernur BI: Kebutuhan Ekonomi dan Independensi Politik

Fitria Marlina
Senin, 27 Jul 2026 | 17:17 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF – Pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dinilai menambah tantangan bagi bank sentral dalam menentukan arah kebijakan moneter. Saat ini, rupiah berada di kisaran Rp18.000 per dolar AS, sementara BI-Rate telah mencapai 5,75 persen, sehingga ruang gerak kebijakan dinilai semakin terbatas.

Prof. Dr. Syafrudin Karimi, SE, MA, pakar ekonomi dari Universitas Andalas, menilai BI kini menghadapi dilema yang lebih kompleks. Selain mempertimbangkan kondisi ekonomi domestik, setiap kebijakan moneter yang diambil juga akan dinilai pasar dari sisi independensi bank sentral terhadap kepentingan politik.

Baca Juga

Pengamat: Pemilihan Gubernur BI sebagai Keputusan Ekonomi Strategis, Bukan Pembagian Jabatan

Senin, 27 Jul 2026 | 17:49 WIB

Menuju Kongres GMNI XXII: Bukittinggi, Kota Kelahiran Bung Hatta Siap Jadi Tuan Rumah

Kamis, 20 Feb 2025 | 10:06 WIB

“Kenaikan suku bunga acuan, misalnya, dapat membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan meredam tekanan di pasar keuangan. Namun, kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan biaya dana perbankan, menaikkan bunga kredit, memperbesar biaya penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), serta menekan aktivitas investasi dan konsumsi masyarakat,” katanya saat dihubungi di Padang melalui pesan pendek, WhatsApp, Senin siang, 27 Juli 2026.

Ia mengatakan, penurunan suku bunga dinilai dapat memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, langkah tersebut berisiko memunculkan persepsi negatif apabila dilakukan ketika nilai tukar rupiah dan premi risiko Indonesia belum sepenuhnya stabil. “Pelaku pasar dapat menafsirkan kebijakan tersebut sebagai bentuk kompromi terhadap agenda pemerintah, sehingga berpotensi memengaruhi kepercayaan investor,” jelasnya.

Bahkan, keputusan untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini juga dinilai tidak lepas dari tantangan. Bank Indonesia perlu menyampaikan alasan yang jelas agar pelaku pasar memahami dasar pertimbangan kebijakan dan tidak memunculkan spekulasi mengenai arah kebijakan moneter.

Menurutnya, kondisi tersebut menciptakan apa yang disebut sebagai biaya kredibilitas (credibility cost), yaitu situasi ketika kebijakan yang secara teknis dinilai tepat justru kehilangan efektivitas karena pasar meragukan motif di balik pengambilan keputusan.

Untuk menjaga kepercayaan investor, BI dinilai perlu memperkuat strategi komunikasi kebijakan dengan menjelaskan secara terbuka indikator-indikator utama yang menjadi dasar pengambilan keputusan. Indikator tersebut mencakup perkembangan inflasi, arus modal asing, posisi cadangan devisa, stabilitas nilai tukar rupiah, serta efektivitas transmisi suku bunga terhadap perekonomian.

“Transparansi dalam penyampaian kebijakan diyakini dapat mengurangi spekulasi politik di pasar keuangan dan mengembalikan fokus investor pada fundamental ekonomi. Sejumlah pelaku pasar menilai komunikasi yang konsisten dan berbasis data akan menjadi faktor penting dalam menjaga kredibilitas Bank Indonesia selama masa transisi kepemimpinan serta mendukung stabilitas sistem keuangan nasional,” terangnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mengumumkan pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia secara sukarela karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut berlaku efektif pada 25 Juli 2026.

Dewan Gubernur Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur yang diselenggarakan pada 26 Juli 2026 menetapkan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia.

Tags: Gubernur BIPolitik

Berita Lainnya

Pengamat: Pemilihan Gubernur BI sebagai Keputusan Ekonomi Strategis, Bukan Pembagian Jabatan

Senin, 27 Jul 2026 | 17:49 WIB

Menuju Kongres GMNI XXII: Bukittinggi, Kota Kelahiran Bung Hatta Siap Jadi Tuan Rumah

Kamis, 20 Feb 2025 | 10:06 WIB

Mahyeldi dan Istri Nyoblos di TPS 005 Jati Baru Padang

Rabu, 27 Nov 2024 | 12:01 WIB

Kampanye Akbar Annisa-Leli Janjikan Beasiswa di Dharmasraya

Sabtu, 23 Nov 2024 | 11:55 WIB
Selanjutnya

Pengamat: Pemilihan Gubernur BI sebagai Keputusan Ekonomi Strategis, Bukan Pembagian Jabatan

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara