SOLSEL, KLIKPOSITIF – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan (Solsel) mengajak masyarakat terus bersemangat didalam menjaga dan melestarikan seni dan budaya sehingga seni dan budaya bisa tetap eksis dan tidak punah.
“Kita mesti bangga karena warisan seni budaya leluhur kita diakui dan menjadi kebanggaan, tidak hanya untuk kesenian tetapi juga dalam pelaksanaan prosesi budaya,” kata Asisten I Bidang pemerintahan kabupaten Solok Selatan Efi Yandri dalam kegiatan Workshop tata kelola manajemen seni dan pertunjukan kelompok seni tradisi dan sanggar seni.
Dia mengungkapkan pelestarian seni dan budaya serta pemberdayaan masyarakat masuk dalam visi dan misi yang ke lima pemerintahan kabupaten Solok Selatan saat ini dengan tujuan untuk menjaga eksistensi seni budaya sebagai identitas dan jati diri masyarakat Solok Selatan.
“Seni dan budaya selain sebagai hiburan juga menjadi alat untuk mempromosikan daerah termasuk menunjang perekonomian yang pada akhirnya dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, dibutuhkan kebersamaan untuk menjadikan daerah lebih baik sesuai visi misi Bupati maju bersama sejahtera untuk semua,” katanya.
Kepala dinas pariwisata dan kebudayaan kabupaten Solok Selatan didampingi kepala bidang kebudayaan Theresa Febrysta Fuad mengatakan kegiatan Workshop tata kelola management seni pertunjukan untuk kelompok seni tradisi dan sanggar seni tersebut dilaksanakan untuk membina memotivasi generasi muda melestarikan seni budaya.
“Mengaktualisasikan kreativitas prestasi bakat seniman khususnya generasi millenial sehingga mampu memberikan terobosan-terobosan dalam berkarya serta memberikan pembekalan terhadap pelatih seni dalam berkarya,” katanya
Dosen Institut seni Indonesia (ISI) Padang panjang Loravianti susasrita selaku narasumber dalam kegiatan Workshop tersebut mengatakan semangat generasi muda Solok Selatan sangat luar biasa dalam mempelajari dan melestarikan budayanya.
“Semangat tersebut harus dibuatkan wadah untuk menyalurkannya sehingga budaya yang mereka pelajari tidak hanya sebagai hobi tetapi juga bisa bernilai ekonomi bagi mereka,” katanya
Salah satu solusi imbuhnya dengan memadupadankan kegiatan pariwisata Solok Selatan dengan kegiatan seni tersebut secara nyata.
“Misal, dikawasan seribu rumah gadang, pengunjung tidak hanya sekedar merasakan sensasi menginap dirumah gadang tetapi juga menikmati suguhan saluang, rabab dan randai dimalam hari dihalaman rumah gadang tersebut, sehingga suasana Minangkabau tempo dulu bisa mereka rasakan, singkatnya biaya menginap sudah termasuk biaya penampilan seni tersebut,” katanya.







