Rabu, 21 Okt 2026 - 18:13 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Adv

Pemerintah Percepat Pemulihan Pendidikan di Agam Pascabencana Hidrometeorologi

Haswandi
Kamis, 24 Sep 2026 | 13:18 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Pemulihan pendidikan pascabencana hidrometeorologi di Sumatera terus menunjukkan perkembangan, termasuk di Kabupaten Agam Provinsi Sumatra Barat.

Hingga 22 September 2026, sebanyak 4.922 sekolah terdampak di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah kembali melaksanakan pembelajaran, seiring percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan pemerintah.

Hal itu disampaikan Mendikdasmen RI, Prof Abdul Muโ€™ti dalam laporan perkembangan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana bidang pendidikan dasar dan menengah secara virtual, Rabu (23/9/2026).

Forum ini diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd Lutfi serta beberapa daerah dari Aceh, Sumut dan Sumbar.

Abdul Muโ€™ti menyebutkan, pemulihan pendidikan dilaksanakan berdasarkan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, dengan prinsip utama bahwa hak belajar anak tidak boleh terhenti meskipun berada dalam situasi bencana.

Menurutnya, keberhasilan pemulihan tidak hanya diukur dari pulihnya bangunan sekolah, tetapi juga dari terjaminnya hak belajar setiap anak di wilayah terdampak, melalui layanan pendidikan yang berkesinambungan dan lebih tangguh terhadap risiko bencana.

Dari total 4.922 sekolah terdampak, sebanyak 3.120 sekolah berada di Aceh, 1.149 sekolah di Sumatera Utara, dan 653 sekolah di Sumatera Barat.

Sebanyak 4.821 sekolah telah kembali belajar di gedung asal, sementara 99 sekolah masih menggunakan ruang kelas darurat sambil menunggu kepastian lahan relokasi atau penyelesaian pembangunan ruang kelas permanen. Selain itu, dua sekolah masih menumpang di bangunan lain.

Pada sektor rehabilitasi dan revitalisasi, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5,6 triliun untuk pemulihan pendidikan di tiga provinsi terdampak.

Anggaran tersebut mencakup APBN eksisting sekitar Rp4,22 triliun dan tambahan anggaran belanja sebesar Rp1,39 triliun.

Baca Juga

Jembatan Bukik Batabuah Agam diperlebar menjadi 8 meter, yang mencakup lebar badan jalan enam meter dan bahu jalan di kiri-kanan masing-masing satu meter pascabencana (Dok.Tim Media Satgas PRR)

Jembatan Bukik Batabuah Agam Diperlebar Jadi 8 Meter

Rabu, 21 Okt 2026 | 15:32 WIB
Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun hingga akhir tahun 2026 ini (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)

Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Okt 2026 | 12:20 WIB

Program revitalisasi menyasar 3.132 sekolah dengan nilai Rp3,03 triliun. Seluruh sekolah telah menandatangani perjanjian kerja sama, dengan dana yang telah disalurkan ke rekening sekolah mencapai Rp2,63 triliun.

Dari sisi progres fisik, sebanyak 562 sekolah telah menyelesaikan pekerjaan 100 persen, 1.954 sekolah telah mencapai progres di atas 50 persen, sedangkan 616 sekolah masih berada di bawah atau menuju 50 persen.

Abdul Muโ€™ti mengakui, pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari kerusakan akses dan jembatan, kelangkaan material, kenaikan harga bahan bangunan dan upah, keterbatasan tenaga kerja, hingga cuaca yang tidak menentu dan banjir susulan.

Sekolah dengan progres fisik di bawah 50 persen menjadi salah satu fokus pendampingan pemerintah ke depan.

Agam Jadi Perhatian Percepatan Relokasi

Dalam laporan tersebut, Abdul Muโ€™ti menegaskan bahwa relokasi sekolah menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar dalam pemulihan pendidikan pascabencana.

Terdapat 97 sekolah yang diusulkan untuk dipindahkan ke lokasi lebih aman.

Dari jumlah itu, sebanyak 34 sekolah telah memasuki tahap pembangunan, tiga sekolah batal direlokasi, sedangkan 60 sekolah belum dapat memulai pembangunan karena masih menunggu kepastian lahan.

Kabupaten Agam termasuk daerah yang menjadi perhatian dalam percepatan penyediaan lahan relokasi, bersama sejumlah dari di provinsi lainnya.

Abdul Muโ€™ti meminta dukungan pemerintah daerah untuk segera menetapkan lahan dan menyelesaikan dokumen hibah, serta mendorong Kementerian ATR/BPN mempercepat proses registrasi dan sertifikasi tanah.

Menurutnya, kepastian lahan menjadi faktor penting agar anggaran pembangunan sekolah dapat segera disalurkan dan proses relokasi ke lokasi yang lebih aman dapat dilaksanakan.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan dukungan sarana pendidikan senilai Rp688,8 miliar, berupa meubelair, perlengkapan sekolah, alat permainan edukatif, peralatan olahraga, laboratorium hingga ruang kelas darurat.

Pemulihan turut mencakup dukungan psikososial dan pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi 90.962 guru, serta bantuan senilai Rp315,08 miliar bagi 52.513 pendidik dan tenaga kependidikan terdampak.

Sementara itu, melalui Program Indonesia Pintar (PIP), pemerintah memberikan bantuan kepada 1.578.409 siswa di 53 kabupaten/kota terdampak dengan total anggaran Rp1,16 triliun, termasuk 380.673 siswa di Sumatera Barat.

Ke depan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan memperkuat pendampingan sekolah yang progresnya masih rendah, mempercepat relokasi, mengawal distribusi sarana dan buku pembelajaran, serta meningkatkan koordinasi untuk menjamin akses aman menuju sekolah.

Abdul Muโ€™ti menegaskan, pemulihan pendidikan pascabencana tidak hanya berorientasi pada pembangunan kembali gedung sekolah, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang aman, berkualitas dan tangguh terhadap bencana.

โ€œSekolah bukan sekadar bangunan. Sekolah adalah tempat anak-anak kita memulihkan rasa aman dan kembali menata harapan,โ€ ungkapnya.

Tags: AgamPemkab AgamSekolah Agam

Berita Lainnya

Jembatan Bukik Batabuah Agam diperlebar menjadi 8 meter, yang mencakup lebar badan jalan enam meter dan bahu jalan di kiri-kanan masing-masing satu meter pascabencana (Dok.Tim Media Satgas PRR)

Jembatan Bukik Batabuah Agam Diperlebar Jadi 8 Meter

Rabu, 21 Okt 2026 | 15:32 WIB
Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun hingga akhir tahun 2026 ini (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)

Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Okt 2026 | 12:20 WIB
Pembangunan Jembatan Bukik Batabuah Agam sudah mencapai 55 Persen (Tim Media Satgas PRR)

Kucurkan Anggaran Rp 3,53 Miliar dari TKD Tambahan, Pembangunan Jembatan Bukik Batabuah Agam Capai 55 Persen

Jumat, 16 Okt 2026 | 20:50 WIB

Agam Percepat Pembangunan Huntap bagi Masyarakat Terdampak Bencana

Rabu, 14 Okt 2026 | 19:31 WIB
Selanjutnya
Pemusnahan BB Kasus Narkoba BBNP Sumbar, Kamis (24/9/2026)

73 Kilogram Ganja Disita BNNP Sumbar, Tersangka Dosen hingga Narapidana Dibongkar

Tinggalkan komentar
Sumatera Pulih

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • ๐ŸŒŽ KlikPositif
  • ๐ŸŒŽ KataSumbar
  • ๐ŸŒŽ Classy FM
  • ๐ŸŒŽ Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

ยฉ 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara