PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh bakal gelar Pementasan Carito Anak Minangkabau.
Pementasan akan berlangsung di Arena Pertunjukan Taman Wisata Ngalau Indah Kota Payakumbuh pada Minggu 24 Oktober 2021.
Tim Penelitian Universitas Andalas, Satya Gayatri, Toti Srimulyati, dan Yuhandri mengatakan pementasan akan dibawakan oleh Kelompok Taman Baca Tanah Ombak dengan judul pertunjukan Ka-Bacurito. Ia menjelaskan durasi pementasan ini selama 45 menit yang akan mengangkat 3 cerita Minangkabau yang dituliskan oleh Tim Penelitian Universitas Andalas.
“Cerita itu adalah Si Buncik, cerita Anak Mudo nan Jujur dan cerita Tupai jo Limbek yang dibawakan oleh anak-anak,” katanya didampingi Suhendri Dt. Siri Marajo selaku sutradara sekaligus Pimpinan Tanah Ombak.
Satya Gayatri menjelaskan pementasan ini merupakan bentuk mengenalkan kembali cerita lisan yang sudah hampir hilang dari memori masyarakat melalui pementasan. Menurutnya, Ngalau Indah adalah salah satu lokasi wisata yang diharapkan para wisatawan yang mengunjungi objek wisata dapat sekaligus menyaksikan kisah Si Buncik sebagai cerita yang beredar di sekitar Ngalau,” kata Dosen Sastra Minangkabau tersebut.
Ia menambahkan sebenarnya Ngalau Indah berpotensi untuk dikembangkan menjadi edu-wisata dan sebagai lokasi pementasan. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh Desmon Korina menyambut gembira dengan diadakannya pertunjukan oleh Tim Peneliti Unand tersebut.
“Dengan adanya kegiatan ini dapat mempromosikan Ngalau Indah sebagai salah satu lokasi yang layak dikunjungi dan bukan hanya sekadar melihat keindahan alamnya. Tetapi juga menyaksikan pertunjukan yang diangkat dari cerita disekitar ngalau yang sarat dengan edukasi, sekaligus juga kegiatan ini dapat menambah daya tarik tersendiri bagi masyarakat Payakumbuh dan sekitarnya untuk terus mengunjungi objek wisata ini” ujarnya.
Ia mengatakan pementasan berlangsung di pagi hari yang bisa disaksikan oleh masyarakat umum dari semua kalangan usia, terutama oleh anak-anak dan para pendidik. Kemudian untuk penonton yang ingin menyaksikan juga tanpa dipungut biaya.







