Selasa, 01 Sep 2026 - 00:02 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

PBNU: Islamofobia Tidak Lahir Karena Tragedi WTC

Eko Fajri
Senin, 4 Apr 2022 | 11:14 WIB
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf,

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf,

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan bahwa islamofobia tidak lahir karena tragedi WTC 11 September 2001.

Islamofobia sebetulnya hadir sejak lama karena perang yang mengatasnamakan agama ratusan tahun.

Baca Juga

Semarak Tahun Baru Islam 1448 H, NU Kabupaten Solok Gelar Lailatul Ijtima’

Sabtu, 20 Jun 2026 | 08:36 WIB

Program TJSL BRI: Bangun Fasilitas Berwudu dan MCK Masjid

Jumat, 5 Jun 2026 | 07:13 WIB

Perang itu mewariskan mentalitas takut sekaligus benci di antara muslim maupun non muslim di berbagai belahan dunia.

“Kenapa kita punya seperti ini (islamofobia)? Karena kita mewarisi sejarah dari konflik yang panjang sekali selama berabad-berabad antara dunia Islam melawan dunia non muslim,” katanya.

Ia mencontohkan, misalnya, selama 700 tahun berkuasa, Turki Utsmani tidak berhenti sama sekali berkompetisi militer melawan kerajaan-kerjaan Kristen Eropa di Barat.

Selain dunia barat, ia menyebutkan, kerajaan Islam Mughal India yang berperang dengan umat Hindu India juga berdampak.

Semua kuil India bagian utara saat ini, katanya, tidak ada yang berusia lebih dari 200 tahun. Sebab, semasa zaman kerajaan Mughul, semua kuil dihancurkan

Kafirofobia

Kalau kalangan Islam ada istilah Islamofobia. Pada kalangan non-muslim ada kekhawatiran sama yang ia sebut kafirofobia.

Pemahaman seperti ini seperti mengendap dan tumbuh dalam wacana keagamaan masing-masing pihak.

Tidak hanya pada masalah agama, corak berpikir masyarakat zaman ratusan tahun lalu adalah tentang kekuasaan dan wilayah.

Adanya Agresi Militer Belanda pasca Indonesia merdeka juga membuktikan bahwa kesadaran wilayah itu belum muncul ketika itu.

Jalan Tengah

Wacana mencari jalan tengah baru muncul belum genap seratus tahun yang lalu. Kelahiran piagam PBB pada Juni 1945 menandai kesadaran berbagai bangsa untuk mewujudkan perdamaian bersama.

Kesepakatan itu muncul pasca kerusakan besar akibat dua perang akibat konflik identas.

Gus Yahya menyampaikan, kelahirkan piagam PBB itu mewujudkan tata dunia baru yang modern dan lebih damai.

Piagam PBB memiliki dua komponen penting terkait perbatasan wilayah internasional dan nilai kemanusiaan yang universal (HAM).

“Sebetulnya, wacana toleransi dan moderasi merupakan sesuatu yang baru datang kemudian. Dulu dunia ini merupakan rimba persaingan antara identitas baik dalam wilayah agama, negara, maupun kerajaan yang membawa identitas masing-masing, ” ucapnya.

Gus Yahya memaparkan, umat Islam bisa berperan mengurai sisa-sisa perang itu dengan cara beragama yang moderat.

Ia menyampaikan, penyebutan kafir menjadi tidak relevan dalam usaha untuk mencapai perdamaian itu.

Tanpa cara beragama Islam yang moderat, katanya, dunia akan tetap diliputi ketakutan, kekhawatiran, serta menimbulka Islamofobia.

“Syarat berlangsungnya toleransi yaitu kesetaraan hak dan martabat antara sesama umat manusia. Perbedaan latar belakang identitas tidak boleh jadi alasan untuk mendiskriminasi kelompok yang berlawanan. Semua setara depan hukum dan dalam nilai kemanusiaan universal, ” ujarnya.

 

Tags: IslamIslamofobiaMUIMuslimNasionalNUs

Berita Lainnya

Semarak Tahun Baru Islam 1448 H, NU Kabupaten Solok Gelar Lailatul Ijtima’

Sabtu, 20 Jun 2026 | 08:36 WIB

Program TJSL BRI: Bangun Fasilitas Berwudu dan MCK Masjid

Jumat, 5 Jun 2026 | 07:13 WIB

Sekjen MUI Hadiri Milad ke-113 Muhammadiyah di Kabupaten Solok

Minggu, 16 Nov 2025 | 22:03 WIB

Pemprov Sumbar Akan Bangun Kantor MUI di Komplek Masjid Raya

Rabu, 20 Nov 2024 | 09:10 WIB
Selanjutnya
Anggota DPR RI ANdre Rosiade (kanan) bersam Dirut Pertamina Patra Niaga, ALfian Nasution saat berkunjung ke sejumlah SPBU di Padang. Dalam kunjungan tersebut, turut hadir mendampingi Sales Area Manager (SAM) PT Pertamina (Persero) Retail Sumbar I Made Wira Pramarta dan Ketua BPC Hiswana Migas Sumbar Ridwan Hosen.

Kunjungi SPBU-Terminal BBM bersama Dirut Pertamina Patra Niaga, Andre Rosiade Minta Pertamina Pastikan Pasokan Solar di Sumbar Aman

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara